<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902</id><updated>2011-04-21T15:35:02.262-07:00</updated><title type='text'>positip periodically micromagz</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-112580458943329897</id><published>2005-09-03T20:18:00.000-07:00</published><updated>2005-09-03T20:52:29.446-07:00</updated><title type='text'>Pemberontakan</title><content type='html'>Debukan drum ritmis dalam tempo yang cepat. Menyusul melodi dan gitar yang meraung tinggi, juga cabikan bas yang dinamis. Di tengah itulah menyelinap masuk sebuah lagu. Suara vokal dalam jerit panjang, lengking yang menyakitkan telinga, namun lantang mengekspresikan sesuatu yang demikian lepas. Perpindahan nada berlangsung cepat tanpa mengubah tempo musik. Energi musikal di situ seakan-akan membayangkan kemarahan dan pemberontakan yang dieksplorasi habis-habisan. Juga dalam ”performance” dan perangai pentas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah panggung, di antara musik yang berdentam-dentam dan jerit panjang sang vokalis, sejumlah penonton tak hanya menggerak-gerakkan kepala mereka. Tapi juga melakukan pogo, sebuah gaya komunitas underground dalam merespons musik. Mereka terkesan bergerak liar dan seenaknya, saling bertubrukan, saling menerjang. Bahkan ada beberapa di antaranya terjatuh dan hampir terinjak-injak. Tapi mereka hanya saling tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pentas, musik dan suara vokalis terus bergemuruh. Bertelanjang dada, dengan tubuh dihiasi tato, suara sesekali seperti parau. Namun terus meninggi dalam tempo monoton yang ditingkahi permainan gitar yang dinamis. Demikian juga dengan penampilan bas yang atraktif. Sedangkan tabuhan drum tak hanya energik, tapi juga sesekali menunjukkan kegarangannya. Pukulan dan ketukannya terukur meski dalam lompatan-lompatan nada yang cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lagu mereka bawakan, yang umumnya bertutur dan meneriakkan realitas yang chaos, seperti nomor "Jerit Kematian" dan "Aborsi". Itulah penampilan kelompok Victim of Rage (V.O.R). Penampilan group musik underground asal Bandung yang beraliran Brutal Death ini adalah satu dari sejumlah penampilan grup musik underground lainnya dalam acara bertajuk Stay In Underground di Bukit Kafe, Cimahi, Minggu (23/1) kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga kelompok Discount, yang hadir dengan warna musik punk. Begitu naik ke pentas, kontan mereka langsung menggebrak dengan nomor-nomor yang menghentak, yang langsung direspons penonton dengan pogo. Grup musik yang terdiri dari Apep (vokal), Cevo (drum), Pict (gitar) dan Opik (bas) ini, memainkan sejumlah nomor lagu yang meneriakkan realitas dan semangat pemberontakan, seperti "Anjing Perang", "Politikus", atau "Terpenjara Diri".&lt;br /&gt;Ketika salah seorang personel Discount melemparkan ratusan stiker ke arah penonton, sementara musik terus berdentam-dentam, suasana makin panas. Penonton yang rata-rata adalah anak-anak remaja belasan tahun dengan dandanan yang khas itu, langsung turun ikut berebut. Dan pogo terus dilanjutkan. Mereka bergerak, saling menabrakkan diri, saling terjang, dan terus bergerak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti penampilan kelompok musik yang lain, tak jelas benar syair yang diucapkan oleh Avev sebagai vokalis, kecuali hanya terdengar sebagai raungan dan jeritan. Bahasa dan kata-kata di situ seakan-akan tidak lagi menjadi penting untuk dikomunikasikan. Bahkan terkesan itulah yang mereka lawan. Karena itulah, jeritan, raungan, adalah satu-satunya cara untuk mengomunikasikan pemberontakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di situ juga bukan pada tempatnya orang bicara tentang kaidah-kaidah estetika yang konvensional. Sebab, musik-musik underground hadir dengan kaidah estetika musikalitasnya sendiri. Dan juga jangan ditanyakan skill dan permainan musik mereka. Paling tidak, seperti yang ditunjukan grup-grup yang tampil hari itu, seperti Discount, Victim of Rage, atau juga Crawl of The Dark, bisa dikatakan bahwa performance dan skill mereka di atas rata-rata. Setidaknya ketiga grup ini memiliki harapan yang lebih jauh dalam mengeksplorasi kemampuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya begitulah underground yang dipahami oleh remaja-remaja konyol yang ada di indonesia saat ini. Mereka hanya memahami underground movement sebagai musik, tanpa membawa ideologi tertentu. Mereka memang melakukan pemberontakan, dari penampilannya saja kita sudah bisa menilai sendiri bahwa mereka melanggar kaidah2 formal yang ada (dan saya suka). Dari segi cara bicara, cara hidup, dan hal lainnya mereka sengaja nyeleneh untuk memberangus belenggu kekakuan. Dalam sebuah wawancara yang saya lakukan bersama seorang kru posmagz terhadap salah satu komunitas punk di banjarmasin, mereka melakukan tindakan yang 180 derajat berbeda dari yang orang anggap karena mereka bosan dengan belenggu kekakuan yang dibuat oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang sedikit ‘nge-punk’, saya juga membeontak belenggu kekakuan yang dibuat di oganisasi saya. Katanya gak layak seorang yang katanya aktivis (eh, gue aktivis ya?) menggunakan pakaian2 yang gak layak. Ah, gak layak yang seperti apa? Saya nutup aurat kok! Kan aurat cowok cuma diantara puser dan lutut? Kenapa pusing2 mikirin yang selain itu? Kalo memang Islam gak suka orang yang gak pake kemeja atau baju koko, atau pake sarung, kenapa Islam cuma membatasi aurat laki2 cuma sebatas puser sampai lutut?&lt;br /&gt;Bedanya, pemberontakan saya punya dalil, sedangkan pemberontakan anak punk gak ada dalilnya. Koma!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya salut dengan pemberontakan yang dilakukan anak2 dari komunitas punk, skinhead, blackmetal, hardcore, atau apalah nanamanya. Kabarnya, punk-pun lahir sebagai reaksi pemberontakan kaum buruh di pinggiran inggris terhadap kezaliman sistem! Kurang lebih sama dengan revolusi bolsjevic, mereka pun melakukan pemberontakan dan ingin menerapkan ideologi sosialis sebagai alternatif kapitalis disaat semua orang tertidur pulas di atas kasur berduri bernama demokrasi kapitalis (termasuk orang2 ‘sholeh’ yang sekarang masuk parlemen menikmati tai ayam demokrasi, hi..jijay)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;Jauh sebelum kaum punk lahir, jauh sebelum tarian pogo jadi tren, jauh sebelum rambut mohawk jadi dandanan favorit, jauh sebelum gelang spike selalu melingkar di tangan remaja, jauh sebelum celana belel jadi dandanan khas anak muda, dan jauh sebelum dakwah lewat media sepeti posmagz ini ada, telah terjadi sebuah pemberontakan besar! Pemberontakan yang memberangus mainstream saat itu, pemberontakan yang tidak menyisakan lagi ketakutan, melainkan ketakutan akan azab Allah. pemberontakan yang menghilangkan segala kemarahan, kecuali terhadap kezaliman dan kekufuran, pemberontakan yang tak memberi tempat sedikitpun bagi ideologi lain. Pemberontakan itu telah dicatat dengan tinta emas para ulama dan darah suci para syuhada. Pemberontakan Muhammad terhadap peradaban arab jahiliyyah!&lt;br /&gt;Setelah pemberontakan suci itu, tak satupun wanita yang perlu takut keluar rumah, karena kehormatan mereka berada di bawah tanggung jawab sang kholifah. Setelah pembeontakan gemilang itu, tak satupun kebodohan dibiarkan melanda rakyat negara yang baru saja didirikan Muhammad di Madinah. Tak satupun negeri ditaklukkan, kecuali kerahmatan menaungi negeri tersebut. Tak satupun jiwa kaum muslimin gugur, kecuali dijanjikan surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi... seribu tiga ratus tahun kemudian, disaat negara yang didirikan Muhammad telah melebarkan sayap kerahmatannya ke dua pertiga belahan dunia, romawi, persia, spanyol, dan negeri-negeri lainnya....seorang yahudi berkhianat! Dia bersekongkol dengan inggris untuk meruntuhkan negara itu (khilafah) dan membuat surat palsu untuk memecat kholifah Abdul hamid II dan kemudian mengasingkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, setelah sekian lama pertarungan fisik tak pernah bisa mengalahkan kaum muslimin dan negara Islam, akhirnya SANG KAPIR mengetahui rahasia kekuatan kaum Muslimin dan negara Islam, yaitu al-Quran! Selama al-Quran tidak dipisahkan dari kaum Muslimin, maka harapan untuk menghancurkan negara Islam adalah mimpi di siang bolong. Maka mulailah usaha mereka memisahkan kaum Muslimin dari al-Quran. Al-Quran hanya dijadikan ibarat penentram hati dikala duka, dan sekedar untuk dibaca dan ditenteng atau dimasukkan dalam tas setiap bepergian. Tapi, ajaran-ajaran yang temaktub dalam al-Quran sama sekali tidak dipedulikan. Sukser besar bagi SANG KAPIR!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;81 tahun telah berlalu sejak negara adidaya itu runtuh, negeri-negeri bekas naungan negara khilafahpun menjadi potongan2 kue yang sangat menggiurkan bagi SANG KAPIR. Para wanita yang terlahir di negeri-negeri eks-khilafah pun sangat menggiurkan bagi tentara2 kapir untuk melampiaskan syahwatnya. Seluruh negeri kaum muslimin menangis dan berharap akan kembalinya negara impian itu. Tapi siapa saja yang berniat dan bersuara untuk mewujudkan kembali negara impian itu (khilafah Islam), maka dia adalah TERORIS! Dimulailah propaganda-propaganda buruk melawan terorisme. SANG KAPIR memaksakan undang2 anti-terorisme kepada setiap negeri kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BODOHNYA!!! Masih banyak kaum Muslimin yang tidak menyadari hal ini, mereka menganggap bahwa sistem yang ada sekarang adalah sistem yang ideal. Mereka menganggap demokrasi sudah final. Penguasa negeri2 kaum Muslimin pun semakin memperlihatkan kesetiaannya kepada negara2 KAPIR IMPERIALIS dan mengorbankan rakyatnya yang mayoritas Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya,&lt;br /&gt;81 tahun telah berlalu sejak runtuhnya negara khilafah yang telah berhasil menaungi 2/3 belahan dunia selama 13 abad. Muncullah berbagai gerakan/harokah Islam untuk mewujudkan kembali negara khilafah Islam. Meski ditengah perjalanan banyak yang kehabisan nafas, namun tetap ada gerakan yang terus setia dan terus berjuang demi tegaknya negara impian, negara khilafah. Dan mereka adalah pemberontak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mereka adalah pemberontak! Dan pemberontakan mereka adalah sebuah keharusan, pemberontakan yang dilakukan ditengah jerit tangis anak dan istri mereka. Mereka memberontak dengan segenap kemampuan dan segenap keikhlasan, dengan PEMIKIRAN yang akan memberangus aturan kufur di negeri ini dan negeri-negeri lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bedanya pemberontakan mereka dengan pemberontakan kaum underground? Bedanya ada pada nilai. Meskipun pemberontakan yang dilakukan sama, yaitu sama2 memberontak kapitalis/aturan yang tidak ideal. Tapi dari sisi nilai, jelas berbeda. Pemberontakan yang dilakukan oleh kaum underground tidak dilandasi dengan motivasi ruhiyah, bahkan tak jarang dilakukan dengan MENIADAKAN TUHAN. Sementara, pemberontakan yang saya sebutkan belakangan (pemberontakan demi mewujudkan kembali khilafah Islam) dilandasi dengan motivasi spiritual (ruhiyah) dengan cara yang benar pula, yaitu dengan perang pemikiran.Tapi tak selayaknya saya memberikan penilaian terhadap tulisan saya sendiri, saya hanya ingin mengajak pembaca posmagz sekalian untuk memberontak dengan cara yang benar dan niat yang ikhlas! Revolt!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-112580458943329897?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/112580458943329897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=112580458943329897&amp;isPopup=true' title='27 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/112580458943329897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/112580458943329897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/09/pemberontakan.html' title='Pemberontakan'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111805702375209033</id><published>2005-06-04T04:17:00.006-07:00</published><updated>2005-06-06T04:33:29.693-07:00</updated><title type='text'>BERAPA HARGA WANITA DI ABAD MODERNISASI INI ?????</title><content type='html'>Empat belas abad yang lalu &lt;br /&gt;Takkala rasul pilihan lahir dari rahim Aminah &lt;br /&gt;harga setetes darah wanita&lt;br /&gt;lebih mulia dari langit bumi serta isinya&lt;br /&gt;kini,&lt;br /&gt;Dalam peradaban yang serba absurd,tak kenal moral&lt;br /&gt;tubuh dan jiwa wanita diobral&lt;br /&gt;dimana-mana&lt;br /&gt;persis seperti tissu pengusap keringat&lt;br /&gt;diobral murah &lt;br /&gt;mudah didapat&lt;br /&gt;mudah dibawa kemana mana&lt;br /&gt;dimana-mana&lt;br /&gt;satu dua sen saja&lt;br /&gt;praktis dapat dipakai&lt;br /&gt;dimana-mana&lt;br /&gt;satu dua usapan saja &lt;br /&gt;lantas dibuang &lt;br /&gt;dalam kantong-kantong sampah kehidupan &lt;br /&gt;menyatu dalam komunitas kuman dan kotoran&lt;br /&gt;kini,&lt;br /&gt;dalam peradaban yang tak kenal nurani&lt;br /&gt;wanita-wanita itu jadi budak nafsunya sendiri &lt;br /&gt;wanita-wanita itu membuang kemanusiaannya sendiri &lt;br /&gt;wanita-wanita tampilterlalu berani&lt;br /&gt;di layar-layar kaca&lt;br /&gt;di majalah-majalah&lt;br /&gt;di studio photo&lt;br /&gt;di jalur-jalur internet&lt;br /&gt;di garis-garis pantai&lt;br /&gt;di pasar-pasar&lt;br /&gt;di trotoar-trotoar&lt;br /&gt;di lorong-lorong sempit&lt;br /&gt;di lapangan kehidupan&lt;br /&gt;di gubuk-gubuk reot&lt;br /&gt;di hotel-hotel berbintang &lt;br /&gt;di pesta-pesta dan rapat&lt;br /&gt;di terminal&lt;br /&gt;di stasiun&lt;br /&gt;di pelabuhan&lt;br /&gt;di trem dan bus kota&lt;br /&gt;di segala pusat denyut kehidupan &lt;br /&gt;wanita-wanita itu nekad&lt;br /&gt;membalut sepertiga tubuhnya&lt;br /&gt;dengan sutera tipis satu lapis &lt;br /&gt;dihiasi basah keringatnya&lt;br /&gt;pesonanya persis seerti gelas-gelas kaca&lt;br /&gt;dalam pesta para raja&lt;br /&gt;mereka kehilangan ruh kesuciannya&lt;br /&gt;mereka telah membuang nyawa cintanya&lt;br /&gt;untuk menyesal selama-lamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiba tiba puisiku bungkam,berhenti sendiri &lt;br /&gt;ia menangis bersama sepi,&lt;br /&gt;dalam tangisnya ia isakkan&lt;br /&gt;satu pertanyaan:&lt;br /&gt;"jika dunia tak menyisakan wanita-wanita robbaniah yang setia dan generasi&lt;br /&gt;maka, berapa harga wanita abad XXI ini ?&lt;br /&gt;hanya kaum wanitalah yang bisa menjawabnya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Aran)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111805702375209033?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111805702375209033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111805702375209033&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111805702375209033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111805702375209033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/06/berapa-harga-wanita-di-abad.html' title='BERAPA HARGA WANITA DI ABAD MODERNISASI INI ?????'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111788988850073364</id><published>2005-06-04T04:17:00.005-07:00</published><updated>2005-06-04T05:58:08.506-07:00</updated><title type='text'>Ibu, Kenapa Engkau Menangis</title><content type='html'>Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. &lt;br /&gt;Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman danlembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, danmengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada &lt;br /&gt;bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan enjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan &lt;br /&gt;jantung agar tak terkoyak?Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk &lt;br /&gt;memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang &lt;br /&gt;diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkanperasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(aran_aja)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111788988850073364?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111788988850073364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111788988850073364&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111788988850073364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111788988850073364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/06/ibu-kenapa-engkau-menangis.html' title='Ibu, Kenapa Engkau Menangis'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111788797471262447</id><published>2005-06-04T04:17:00.003-07:00</published><updated>2005-06-04T05:26:14.720-07:00</updated><title type='text'>SURAT UNTUK SEORANG SAUDARA</title><content type='html'>السلام عليكم ورحمة الله وبركاته &lt;br /&gt;بسم الله الر حمن الرحيم&lt;br /&gt;UKHTI, &lt;br /&gt;ANA NGERTI K’LO NT GA SUKA JIKA ADA YANG MENGGUNAKAN KATA  KITA. “MENYAMARATAKAN SEMUA”, KATA NT, “PADAHAL KAN GA MUNGKIN JUGA ANA DAN NT SAMA.”&lt;br /&gt;TAPI, UKHTI, ANA SUKA DENGAN KATA KITA. KATA INI MENUNJUKKAN KETIDAKSOMBONGAN. KETIKA ANA MENGGUNAKANNYA, KONTEKS KALIMATNYA NUNJUK UNTUK SEMUA. BISA ANA, NT, ATAU ORANG LAIN.&lt;br /&gt; ITULAH INDAHNYA PERBEDAAN. HANYA SATU KATA (KITA). NAMUN, ADA NUANSA YANG BERBEDA KETIKA DI DENGAR OLEH DUA ORANG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEGITU JUGA KETIKA KITA MENGIKAT TALI PERSAUDARAAN DENGAN MUSLIMAH LAIN.PERSAUDARAAN INI MENYATUKAN DUA HATI  YANG BERBEDA KARAKTER. &lt;br /&gt;BANYAKNYA PERBEDAAN JANGAN SAMPAI MEMBUAT KITA TERPECAH. MEMBUAT KITA BERMUSUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DISINI ANA INGIN MELIHAT LAGI APA SEH  YANG NYATUIN KITA SELAMA INI??&lt;br /&gt;APAKAH BENAR KITA BERSATU KARENA KITA MELETAKKAN DASAR IKATAN BERSATUNYA KITA ADALAH IKATAN AKIDAH. SEPERTI RASULULLAH DAN PARA SAHABAT YANG BERSATU, MENEGAKKAN KALIMATULLAH DI BUMI ARAB, PADA MASA AWAL KEBANGKITAN ISLAM. ATAUKAH IKATAN YANG MENYATUKAN KITA TERNYATA ADALAH IKATAN PERASAAN?? IKATAN YANG SANGAT RAPUH ITU. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIKA TERNYATA KITA MENGAMBIL IKATAN PERASAAN SEBAGAI JAWABAN, MAKA SECEPATNYALAH KITA HARUS MENGEMBALIKANNYA KEPADA DASAR IKATAN YANG BENAR, YAITU IKATAN AKIDAH. KARENA IKATAN INI TIDAK AKAN PERNAH MEMBUAT KITA TERPECAH BELAH.&lt;br /&gt;JIKA PUN TERNYATA JAWABAN KITA ADALAH IKATAN AKIDAH MAKA KITA HARUS SEGERA MENGINTROSPEKSI DIRI KITA. BENARKAH ITU? SEANDAINYA IKATAN AKIDAH YANG MENGIKAT APA MUNGKIN KETEGANGAN INI TERJADI? APA MUNGKIN KITA AKAN SALING MENGACUHKAN? APA MUNGKIN KITA TIDAK SALING MEMUHASABAHI, MENASEHATI, DAN MENGINGATKAN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBAGAI PENGEMBAN DAKWAH YANG MERUPAKAN PENGGERAK UMAT MENUJU KEBANGKITAN, TIDAK SEMESTINYA KITA TIDAK BISA MENYELESAIKAN MASALAH KECIL INI. JIKA DIBANDINGKAN DENGAN MASALAH UMAT YANG LAIN. BETAPA SEPELENYA MASALAH INI. MASIH BANYAK YANG MESTI DIPIKIRKAN. INGAT!! KITA ADALAH PENGGERAK . KITA ADALAH API YANG MEMANASKAN SEMANGAT UMAT UNTUK MENGGAPAI RIDHO ALLAH. KITA INGIN KAN MENJADI INSAN YANG MULIA. INSAN YANG DICINTAI OLEH ALLAH. DAN INSYA ALLAH KITA TERMASUK INSAN YANG MULIA. NAMUN TERNYATA MENJADI  SEPERTI YANG KITA INGINKAN ITU TAK SESEDERHANA MEMBALIK TELAPAK TANGAN. SEMAKIN KITA MENUJU KE TUJUAN ITU, KITA SEMAKIN MENDAPAT BANYAK UJIAN SEBAGAI REFLEKSI KECINTAAN ALLAH KE KITA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN ITULAH YANG MENYADARKAN ANA. &lt;br /&gt;KITA SEDANG DIUJI, UKHTI.&lt;br /&gt;MAKA BERSABARLAH....&lt;br /&gt;INSYA ALLAH KITA AKAN MENDAPATKAN PAHALA ATAS KESABARAN KITA.&lt;br /&gt;JANGAN PERNAH KITA MENGELUH ATAS APA YANG MENIMPA KITA. JANGAN PERNAH KITA BERSUUDZON KEPADA ALLAH.&lt;br /&gt;ALLAH LAH YANG MENGETAHUI HAKEKAT KEBAIKAN YANG SEBENARNYA UNTUK UMATNYA. ALLAH PUN TELAH BERFIRMAN BAHWA DIBALIK KESUSAHAN AKAN ADA KEBAIKAN. YAKINLAH ITU....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFWAN JIKA SELAMA INI SEBAGAI SEORANG  SAUDARA ANA SERING MENGAMBIL HAK NT UNTUK MENDAPAT NASEHAT, DAPAT MUHASABAH, DAPAT KERAMAHAN SAUDARA, ATAUPUN DAPAT SENYUM TULUS SUDARANYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFWAN SEKALI LAGI JIKA KATA  KITA MEMBUAT NT JENGKEL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111788797471262447?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111788797471262447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111788797471262447&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111788797471262447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111788797471262447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/06/surat-untuk-seorang-saudara.html' title='SURAT UNTUK SEORANG SAUDARA'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111788413172376904</id><published>2005-06-04T04:17:00.001-07:00</published><updated>2005-06-04T04:22:11.730-07:00</updated><title type='text'>nyekekkkk!!!</title><content type='html'>“Fren, kita kabur, yuk....!”&lt;br /&gt;“Ayo. Mumpung penjegal uang 500 perak ga kliatan alis shinchannya” sobatku membalas.&lt;br /&gt;Tengok kanan kiri, berputar ke belakang....&lt;br /&gt;Hup... “Cepetan...” gw ambil helm dan dengan seluruh kecepatan yg gw miliki (apaan?) gw putar Majeeda (motor gw).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yach... kalah cepat deh dengan abang tukang parkir yang berlari2 menghampiri kami. Gw ma temen gw langsung ketawa, ketahuan mo kabur. Hehe...he....&lt;br /&gt;“Mba...” dia negur  kami dengan wajah innocent-nya. Pasti tuh orang bingung ngeliat kami ketawa. Gw cuek ajah, pura2 ga denger. Kalo bosen nunggu pasti dia menjauh dan selamatlah uang 500.&lt;br /&gt;“Mba...” dia negur lagi.&lt;br /&gt;Hhhh.... Dengan berat hati gw kasih juga uang 500 perak ke dia. Benci bangget. Tapi, moga ada hikmahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyekekk... hampir tiap tempat ada si abang tukang parkir. Gw harus nyisihin uang 500 perak hanya untuk numpang tempat naruh Majeeda walo cuma 5 menitan. Di depan gw, lagi. Lebih parah lagi 500 itu mesti gw bayar karena gw ada di wilayah kekuasaan abang tukang parkir ga peduli gw masih bertengger di atas Majeeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga tau apa gw perlu berhemat. Gw kan masih ngemis ma ortu. 500 perak kan lumayan. Bayangin kalo dalam satu hari gw mesti mampir di 5 tempat: Rp. 500 x 5 = Rp. 2.500.&lt;br /&gt;Aaakh, uang segitu mah bisa buat sekali makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa seh uang 500 perak itu???&lt;br /&gt;Untuk ngejagain motor/ boil kita? Kalo ilang emang mau tanggung jawab??? Esensi dari tukang parkir itu kan seperti itu (nurut gw, seh).&lt;br /&gt;Or agar motor yang diparkir teratur rapi??? Kalo ada yang bisa ngatur motornya dengan rapi tanpa bantuan abang tukang parkir, gimana???&lt;br /&gt;Ataukah digunain karena kita udah minjem tempat dia buat naruh motor kita???&lt;br /&gt;Emberrr... emang jalan punya dia apa???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, gw sbenarnya ngerti knapa banyak abang tukang parkir. Gw tau mereka butuh uang untuk menghidupi diri dan keluarganya. Anak mereka perlu biaya sekolah. Mereka ga mau di keluarga mereka terjadi tragedy bunuh diri  hanya karena ga bisa bayar uang sekolah sebesar Rp. 2.500,- ataupun karena ga bisa bayar uang untuk biaya UAN sekitar seratus ribuan. Abang tukang parkir ga mau rumah tangga mereka retak hanya karena abang ga punya duit, abang cuma nyengsarain istrinya tersayang. Ga mau kan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngerti koq, sekarang susah buat nyari kerja. Profesi sebagai abang tukang parkir kan alhamdulillah. Penghasilannya Insya Allah halal. Untung jika dibandingin jadi pengacara (pengangguran banyak acara) atau malah nyari duit dengan jalan yang ga bener.&lt;br /&gt; Gw maklum abang tukang parkir sebenarnya juga ga bisa buat apa2. Mereka cuman ngejalanin episode kehidupannya dengan profesinya itu. Mengais setiap receh 500-an untuk keberlangsungan kehidupannya. Untuk anak-istrinya di rumah. Mereka pun adalah bagian dari potongan korban dalam kehidupan yang rusak di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi abang tukang parkir adalah salah satu cara untuk nyari nafkah. Kebanyakan dari penarikan uang 500-an karena itu dilegalkan oleh pemerintah dengan  dikeluarkannya perpu (peraturan pemerintah). Peraturan itu dibuat dengan alasan buat nambah pendapatan daerah dan membuka lapangan kerja bagi warganya. Hmmm, tapi tahukah pemerintah, kemacetan yang ditimbulkan dengan adanya parkir2 di pinggir jalan? Tahukah pemerintah banyak yang dengan terpaksa harus membayar 500 itu. 500 perak itu bagi sebagian orang mungkin ga ada artinya. tapi bagi sebagian orang yang laen 500 itu berharga sekali. Misalnya, seorang bapak yang ingin beli obat untuk anaknya yang sedang sakit parah. Si bapak kemudian pergi ke apotek dan bertanya ke penjualnya obat yang sesuai untuk sakit anaknya juga harga obat tsb. Kesepakatan terjadi si bapak merogoh uang di kantong celananya. Deg... kurang 500. si bapak pengen ngutang tapi udah peraturan apotek itu ga boleh ngutang. Akhirya si bapak ga jadi beli obat. Bisa kita bayangkan gimana nasib anaknya tanpa pengobatan. Atau loe sendiri, ketika sedang haus2nya,loe pergi ke kantin. Loe minum teh es dan makan kue 2 biji. Ketika mo bayar,oow, uangnya kurang 500 perak. pengen ngutang?? Malu!!! Di kantin ada banyak orang. Ada ce/cowok cakep, ada dosen, ada paman tukang parkir yang ternyata bisa bayar tunai. Bayangkan! Betapa berartinya uang 500 perak pada saat itu.&lt;br /&gt;So, bisa kita simpulkan bahwa ternyata peraturan yang dibuat pemerintah di satu sisi nguntungin namun disisi laen malah ngerugiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liat aja pelokalisasian pelacuran. Orang2 di pemerintahan itu sebagian besar adalah orang Islam yang tentunya tau klo Allah netapin hukum zina itu haram. Hanya karena pelokalisasian itu nambah pendapatan daerah dan memberikan lapangan kerja bagi masyarakatnya juga agar terjaga ketertiban masyarakat maka pemerintah ga segan2 untuk melegalkan pelacuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataupun penertiban2/ razia2. Selama ini  penertiban yang dilakukan oleh Polisi hanya berkisar pada hal2 yang nurut gw ga bikin gw berdosa ato ngerugiin orang laen. Contohnya: razia SIM &amp; STNK, razia helm. Emang seh gw tau ada razia2 untuk nertibin pelacuran2 jalanan dan perjudian. Tapi kembali lagi kita di buat bingung. Knapa yang ditertibin itu yang ga dilegalkan ma pemerintah. Padahal kita sama2 tau pelacuran dan perjudian itu haram. Nah, hal inilah yang seharusnya membuat kita berpikir bahwa terjadi kesalahan besaaar dalam kehidupan kita. Kita diatur dengan aturan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu ajah. Aturan yang ada selama ini kan yang bikin adalah manusia yang kita semua tau punya keterbatasan dalam memikirkan sisi kebaikan dan keburukan sesuatu. Contohnya? Kembali pada kasus kita yang pertama. PARKIR. Ya kan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba ajah di dalam negara yang nerapin Sistem Islam yang didalamnya diterapkan syariat Islam. Aturan dari sang Maha Pencipta, Maha Pengatur, Maha Adil, Maha Benar, yaitu Allah SWT. Ga mungkin tuch peraturan yang dibuat nyengsarain kita. Islam kan rahmatan lil ‘alamin. Contohnya ya itu tadi. ga mungkin parkir bentar 500 perak. markir disini markir disana 500 perak. Sengsara aku sengsara oh karena dia sengsara... sengsaraaa sengsara ra ra... (begitu kata penyanyi dangdut ng-expresiin ancurnya hatinya).&lt;br /&gt;Parkir merupakan sesuatu hal yang dibolehkan, bukanlah sesuatu yang terlarang. Jika dengan parkir itu masyarakat kesusahan karena diharuskan bayar, bisa jadi abang tukang parkir bakal digajih oleh negara. Dan kita pun bisa menghemat dan kita dapet ridho Allah karena dapat berIslam secara sempurna dalam yang nerapin Sistem Islam.Senengnya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Daniella)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111788413172376904?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111788413172376904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111788413172376904&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111788413172376904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111788413172376904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/06/nyekekkkk.html' title='nyekekkkk!!!'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111780088566337095</id><published>2005-05-30T04:59:00.013-07:00</published><updated>2005-06-03T05:22:48.956-07:00</updated><title type='text'>It's The Love</title><content type='html'>Khoeksss..Khoeksss…&lt;br /&gt;Oit oit…jangan muntah dulu …gak ada kantong plastik nih… &lt;br /&gt;Okey…kenapa saya milih judul itu?? Hmmm..karena kebetulan kata  itu yg nyangkut di kepala setelah berjam jam nongkrongin komputer. Argh..ternyata membuat judul tulisan pun bukan pekerjaan yang gampang..lagian apa ngaruhnya sih sebuah judul?? Iya kan?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari ini saya  bete abis campur sebbel. Sudah seminggu saya diuber-uber fans minta tanda tangan, mana tanda tangan se-rim yg telah saya persiapkan kena hujan lagi…tanda tangannya luntur abiz, kan saya capek banget kalo harus bikin tanda tangan lagi…(hehehe…gak percaya kan…ember!!)..maksudnya… saya lagi di uber-uber Pimpred media butut ini. Deadline tinggal menghitung jam, dan tidak ada satupun ide yang nongol di kepala. Puyeng2! Bola mataku sampai mau meloncat keluar saking seriusnya menatap langit langit kamar,  kali aja si ide mau menampakkan dirinya secara utuh…uuuugh…ternyata tetap aja…otakku blank…gelap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm…ternyata harus ku akui…otakku mulai berkarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tanpa sadar terlintas pikiran…ngapain juga sih susah susah nulis…bikin bulletin  seperti ini, mana selalu di kejar kejar deadline..iya kalo ada yg mau di tulis?? Kalo lagi mampet kayak WC kos gini? Kan susah …harus manggil tukang sedot WC segala…(iih joyok abiz)…kemampetan ini makin menjadi jadi ketika isi sms cuma “ “Sil, …artikelnya mana?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huaaa..saya capek! capek asli!..saking capeknya saya minta pamit untuk hengkang aja dari dunia perbuletinan. Melengang santai tanpa di kejar-kejar deadline…juga tidak harus begadang melayout. Juga tidak harus berpuyeng puyeng ria mikirin uang tuk nyetak. Setelah pertarungan perasaan yang seru (kayak film action) antara ingin keluar dengan tetap bertahan akhirnya…keputusannya…KE…LU…AR!..Yup, saya kalah! saya nyerah! (bendera putih setengah tiang berkibar kibar di tangan).. Huaaaa!!! aku bebaaas! Good bye buletin jelex…muaach muaach I’ll miss uuuu….(khoeks!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba sebuah bisikan  menghantam hantam  kesadaran saya bak palu dogam! Dug! saya tersentak..  Oh..Tuhan …apa yang telah saya perbuat? Secengeng inikah saya? tak seharusnya saya keluar. Tak seharusnya  saya nyerah! Emang apa tujuan saya nulis?? Agar mereka sadar?? Kalo gak sadar sadar juga, apa saya harus nyerah dan ngerasa apa yg saya lakuin  sia-sia?? Sadarlah!!! (loh sekarang malah saya yg di suruh sadar..) yang dinilai oleh Allah bukan hasil, tapi usaha! Usaha yang di landasi keikhlasan. Saya seperti ini bukankah karena usaha teman-teman yang  tak pernah putus asa mencereweti saya dan tak jarang mereka juga harus menerima semprotan dan nada sinis dari saya, tapi apakah mereka menyerah?? Tidak,  mereka tidak pernah menyerah. Dan seandainya saat itu mereka menyerah, barangkali saya masih tetap berenang-renang ria dalam comberan  dosa sampai sekarang. Oh Tuhan…hamba malu. Sangat malu! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brukk!!! Tubuh ringkih  penuh celak dosa ini tiba tiba tersungkur..memamerkan kekerdilan diri dan kemaha terbatasan. Dalam isakan panjang kutuangkan segala gumpalan gumpalan kecengenganku di hadapan Rabbul Izzati penguasa jagad yang Maha Tidak Terbatas.&lt;br /&gt;Ya Allah…kuatkanlah hamba untuk mengemban amanat ini. Amanat untuk menyebarkan risalah yang di bawa oleh rasul-MU. Tetapkanlah  hati hamba untuk selalu ikhlash menyebarkan cinta di bumi, seperti matahari yang tak mengharapkan apapun dari semesta  atas sinar yang di berikannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…hamba sangat rapuh…tapi izinkanlah hamba mengais ridhamu dalam kerapuhan ini, karena ridhamu adalah cita cita tertinggi hamba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini saya buat ketika saya berada dalam titik kerapuhan…jangankan tuk berjalan tegak…berdiri pun tidak mampu…Karena cintalah yang menuntun saya untuk hadir lagi di hadapan kawan kawan…menyapa kawan kawan…karena saya sangat mencintai kalian…sangat!!! &lt;br /&gt;Tapi saya gak bisa mengekpresikankan cinta saya yang meluber ini dalam bahasa lisan, karena lidah ini terasa berlipat lipat jika saya ingin mengatakannya . Izinkanlah saya mengungkapkan cinta ini dalam bentuk tulisan sederhana dan gak bermutu, semoga mampu mewakili apa yang tidak sanggup saya lisankan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, Betapa tak terperikan hati saya, ketika melihat kawan sudah semakin sombong dan congkak di depan Allah…memamerkan segala kepongahan. Dengan dada membusung berjalan di bumi Allah…menabrak apa yang telah Allah gariskan…kawan gak perduli lagi apakah yang telah kawan lakukan  itu menjadi murka Allah atau tidak. Kawan sudah tidak perduli, bahkan terlalu cuek untuk ukuran mahluk bertitel manusia yang di beri potensi akal untuk berfikir mana yang baik mana yang buruk, mana yang di larang mana yang tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa saya ingin berkata kepada kalian saat melihat kalian duduk berdua dengan pacar kalian di sebuah taman sambil saling meremas tangan..”kawan…dia itu bukan muhrimmu..jangan biarkan dia menyentuhmu...” tapi bibir ini tak mau terbuka…kelu mendadak…dan… saya hanya sanggup  melangkah dari hadapanmu dengan hati remuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kawan dengan penuh kebanggaan memamerkan kemolekan bodi yang kawan tidak pernah ikut campur sedikitpun dalam penciptaan tubuh molek itu…ingin lidah ini berkata “ Kawan…seorang muslimah wajib memakai jilbab…karena murka Allah akan selalu mengikutimu selama auratmu masih melambai melambai seperti itu…” tapi lidah ini terasa bertulang…dan…kembali saya berlalu dari hadapanmu, lagi lagi dengan hati remuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bukti cinta seorang saudara…adalah saling nasehat menasehati…dan tidak akan pernah tega melihat saudaranya terjerumus…sebenarnya itu yang ingin saya lakukan. Tapi saya terlalu kerdil untuk mengungkapkan cinta yang tumpah ruang kepada kalian. Saya terlalu takut kalian akan mengatakan “Halaah sok…iyya karena kamu kerempeng…bodimu gak beraturan…ancur tak berbentuk… jadi wajar kalo di tutup..sedangkan kami…sayang  kan? Kalo anugerah seindah ini gak di pamerin…”atau “…Emang kalo saya pacaran napa?? Bukan urusan loe…?? Atau “ “Jangan sok alim loe…aku tahu masa lalumu seperti apa… hitam pekat juga..” atau “Jangan ngurusin orang aja loe…diri loe tuh yang di urusin…” plus pandangan sinis yang mampu membuat hati  terasa tergergaji…hancur luluh jadi serbuk (hiperbola banget yah???)..Kawan..saya kurang tegar untuk menerima kata kata  yang seperti itu…Hati ini lemah, saya hanya bisa berharap lirih ..”Ya Allah tuntunlah kawan kawan hamba…dengan segenap cintaMu…jangan biarkan mereka berlama-lama dalam kubangan dosa…karena hamba sangat mencintai mereka. Kuatkanlah hati hamba dan lancarkan lidah ini untuk menasehati mereka sebagai ungkapan cinta hamba” Amin…&lt;br /&gt;(Silmi kaffah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111780088566337095?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111780088566337095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111780088566337095&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111780088566337095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111780088566337095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/05/its-love_30.html' title='It&apos;s The Love'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111762996187589489</id><published>2005-05-30T04:59:00.011-07:00</published><updated>2005-06-01T05:46:01.880-07:00</updated><title type='text'>Monolog Memoar</title><content type='html'>Yang kuingat darimu&lt;br /&gt;Hanya kepulan asap yang tak henti terhembus dari batang rokok yang menyala sepanjang malam, bergantian.&lt;br /&gt;Satu usai, kau sulut lagi kemudian&lt;br /&gt;Sembari sesekali kau teguk kopi pahit, sepahit pengakuanmu yang abstrak&lt;br /&gt;Tentang dongeng langit yang tak bertepi atau puisi rembulan yang katanya kau cipta hanya untukku, dan segudang dongeng luka diantara tawamu yang terdengar getir dan penuh improvisasi yang didramatisir.&lt;br /&gt;Entah, aku percaya.&lt;br /&gt;Mungkin terbius oleh denting gitar yang kau bawakan dengan romantis untukku&lt;br /&gt;Selalu kemudian kau sudahi pertemuan kita dengan sebuah dongeng sebelum tidur malam.&lt;br /&gt;Dongeng bidadari yang mengelilingi kehidupanmu&lt;br /&gt;Yang menawarkan senyum namun enggan kau tengok sepintas jeda &lt;br /&gt;Dan entah, lagi-lagi aku percaya!&lt;br /&gt;Mungkin aku sudah mabuk oleh denting gitarmu yang semakin melenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kuingat darimu&lt;br /&gt;Adalah sebentuk kebohongan&lt;br /&gt;(mungkin lebih dari itu!!!)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111762996187589489?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111762996187589489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111762996187589489&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111762996187589489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111762996187589489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/05/monolog-memoar.html' title='Monolog Memoar'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111762735412981494</id><published>2005-05-30T04:59:00.009-07:00</published><updated>2005-06-01T05:02:34.133-07:00</updated><title type='text'>........????........</title><content type='html'>Entah apa yang telah menancap kuat di ubun ubun kita&lt;br /&gt;Hingga  enggan tuk merangkak &lt;br /&gt;bersimpuh&lt;br /&gt;Mengakui kedunguan dan kepapaan&lt;br /&gt;Di hadapan Rabb Penguasa Segala?&lt;br /&gt;Apa yang kita  punya untuk menepuk dada??&lt;br /&gt;TIDAK ADA!!!&lt;br /&gt;Lalu ..apa lagi yang kita tunggu untuk melafazhkan kata“astaghfirullah al – adzim wa atuubu ilaihi”?&lt;br /&gt;Sedangkan waktu selalu melambai-lambaikan selendang mautnya setiap saat…&lt;br /&gt;tanpa basa basi….&lt;br /&gt;Ah…Semoga masih ada   celah di hati&lt;br /&gt;Tuk mengintip kebenaran yang tersembul di setiap jejak risalah Rasul &lt;br /&gt;Kemudian memelorotkan kepongahan yang terpenjara dalam kerangkeng seribu ketololan&lt;br /&gt;sebelum tubuh rongsok  karat ini  &lt;br /&gt;lebur lumat dikunyah bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Silmi Kaffah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111762735412981494?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111762735412981494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111762735412981494&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111762735412981494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111762735412981494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/05/blog-post.html' title='........????........'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111762371561708558</id><published>2005-05-30T04:59:00.007-07:00</published><updated>2005-06-01T04:21:15.796-07:00</updated><title type='text'>Bebek, Manusia, dan Perubahan</title><content type='html'>Ariel 20 tahun. Hobby: ngisi TTS + tiduran + nonton tv + ngeband + chatting + makan jengkol + ngupil en ngelamun di toilet. Status : Mahasiswa di PTN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup itulah sosok Ariel,  model  kita kali ini. Dan kamu yang ngerasa Ariel banget jangan tersinggung. Kenapa harus Ariel? Ya gak papa, Cuma pas nyari inspirasi untuk model nongol tuh si Arielnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduuh, jadi muter muter nih. Udah ah. To de poin aja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gini, Eh, sebenarnya tadinya kami mau ngasih ilustrasi tentang sosok yang enggak ngalamin kebangkitan dalam hidupnya. Tapi berhubung ada mata rantai dalam logika di otak saya yang terputus jadinya kami anggap kalian cukup ngertilah sosok yang tidak mengalami kebangkitan itu seperti apa. (Sekalian ngetes loe loe pade!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frien, ini kan Mei, ingat gak kita WNI memperingati apa? Ya benar HARKITNAS (Hari kebangkitan Nasional) Sebelum kita ikut ikut memperingatinya, menurut kamu kebangkitan itu seperti apa sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata teman saya, “bangkit” itu jangan sampai gosong. Sebab kalo gosong rasanya pahit. Teman saya itu memang hobi sekali makan kue bangkit (saya juga, hehe) Kami masih dalam rangka ngetes nih (ngerasa kan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke deh, kali ini bujur bujur nah. Suer (pake jari dua diangkat,  kakinya disilang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan adalah suatu keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Seseorang di katakan mengalami kebangkitan bila taraf berfikir orang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang hidupnya untuk makan, memuaskan hawa nafsunya, hura hura dan hanya memikirkan diri sendiri adalah orang bodoh alias tidak emngalami kebangkitan. Kehidupan seperti itu biasa kita jumpai  pada kehidupan hewan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba lihat kehidupan hewan. Misalnya, bebek. Bebek kalo pagi bangun tidur, dilepaskan dari kandang, dikasih makan, terus tuh bebek jalan rombongan, kalo ketemu air mereka mandi mandi, nyari makan sendiri, kawin berjemur, pas sudah sore mereka pulang kandang, tidur dan kalo sudah waktunya bertelur begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah. Itulah bebek. Bagaimana dengan kita, manusia? Jelas! Kita beda dong dengan bebek. Sebab kita adalah manusia. Makhluk yang dianugerahi Allah akal dan hati. Dengannya kita dapat memaknai hidup. Tau baik dan buruk. Yang bangkit adalah taraf berfikirnya tinggi. Orang yang taraf berfikirnya tinggi adalah orang yang tahu dan mengerti. Untuk apa dia hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkan, untuk apa kita hidup? Iya, untuk beribadah kepada Allah. Allah telah menjadi pengurus, pengatur dan penjaga bumi ini. Dan Allah telah membuat aturan untuk kita. Petunjuk berupa pedoman untuk bisa memaknai, menjalani hidup. Yaitu hukum hukum Allah, Alias syari’at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Syari’at Islam yang termaktub dalam Al-Qur’an, Assunnah, ijma’ sahabat dan ijtihad para mujtahid terpercaya. Kita akan temukan aturan yang memang benar benar shahih. Yang jika prilaku kita berlandaskan itu, maka dengan itu baru kita digolongkan orang yang baru bangkit. Mengapa? Ya itu tadi, karena dalam hidup ini kita menyeesaikan berbagai masalah dengan solusi yang benar, shahih, solusi yang memang di buat oleh Allah untuk kita, manusia. Dan itu semua kita jalankan dalam rangka ibadah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan tadi adalah tentang manusia. Secara perorangan atau dalam attaran individu. Tersu bagaimana dengan masyarakat, bangsa. Masyarakat atau bangsa atau bahkan umat seperti apa yang mengalami kebangkitan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Amhar, suatu masyarakat/bangsa/umat di katakan bangkit jika masyarakat tersebut secara real tidak lagi terjajah. Politik mereka benar benar independen (tanpa campur tangan negara lain) ekonomi mereka tidak terjerat utang, hokum mereka bukan imitasi dari bansga penajjah dan budaya mereka tidak membebek kebudayaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana dengan bangsa kita sekarang ini? Bukankah politik kita selalu di campuri Amerika. Trus ekonomi kita punya hutang pada IMF yang ternyata bunga hutang tersebut lebih besar dari hutang pokok (akibat sistem riba IMF) hokum di negeri ini adalah warisan belanda yang nyata nyata bekas penajjah, dan budaya kita juga membebek ke Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru dalam tataran bangsa Indonesia, bekum pada tataran umat muslim di seluruh dunia. Benar benar parah. Parah! Coba bayangin, mesjid suci ketiga kaum muslimin Al-Aqsha mau di bakar oleh yahudi. Kwbanyakan muslim cuek cuek aja. Enggak percaya? Buktinya media massa di negeri ini tidak memberitakanyya. Kalaupun ada hanya beberapa saja. Di kelas asay pas saya cerita ke teman, seperti ini, &lt;br /&gt;“ eh tau gak, mesjid Al-Aqsha mau di bakar”&lt;br /&gt;“Oh iya kah?” Jawab teman saya. Abis itu dia langsung ngomong lagi “Eh, kamu nonton gak AFI malam tadi?” Huuh payah! Piker saya. Masa yang di pikirin AFI mulu.&lt;br /&gt; Itu di Palestina. Di Iraq lain lagi. America dengan alasan misi menyelamatkan dunia dari ancaman senjata pemusnah massal, membunuhi ribuan anak anak, wanita dan laki laki muslim Iraq. Sementara negara muslim lainnya, nyediain pangkalan militer untuk tentara AS membunhi saudara saudara muslim mereka. Dan sekarang kalo kita baca dan dengar berita di media massa yang disalahkan atas kerusuhan kerusuhan di sana adalah para gerilyawan muslim. Benar benar bodoh tuh yang ngeberitain. Gimana enggak bodoh, apa mereka gak menganalisis dulu berita yang ingin mereka sebarkan. Jangankan nyebarin, nerima berita aja harus hati hati kan? Bisa memberi opini negatif pada muslim yang menolak hegemoni AS.&lt;br /&gt;Sama dengan nasib Pelestina, Iraq dan negara muslim lain seperti  Afganistan, Bosnia, Chehnya, juga mengalami hal serupa. Muslim di sana di intimidasi, di bunuhi di usir di rusak kehormatan mereka sedangkan negara lain seperti mesir, Libanon, Turki, Arab Saudi, Suriah, Pakistan dan lain lain penguasa mereka adalah kaki tangan Barat. Uph…hampir lupa, termasuk Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sih umat muslim di dunia bersikap seperti itu terhadap saudara muslim lainnya kan mereka diikat oleh ikatan yang sama : Aqidah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya adalah karena mereka tidak memiliki tiga unsure pokok yaitu : Pemikiran, persaan, dan sistem peraturan yang berlandaskan dan bersandarkan aqidah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin saat ini berfikir, berperasaan dan diatur oleh sistem aturan yang rusak, lemah dan bobrok. Yaitu nasionalisme, demokrasi, HAM, Sekuler, kapitalis dan yang bersumber dari luar aqidah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju kebangkitan, kaum muslimin harus mengikuti metode yang dulu di gunakan oleh rasul, yaitu&lt;br /&gt;1. Membina individu-individu (kader kader dakwah ) dengan ruh dan pemikiran Islam sebagai sebuah ideology disertai gambaran, penerapan ideology tersebut dalam kehidupan.&lt;br /&gt;2. Melakukan interaksi di tengah tenaah masyarakat untuk membina kesadaran masyarakat terhadap ideology melalui pertarungan pemikiran dan perjuangan politik sehingga teropini secara luas kesadaran terhadap Islam.&lt;br /&gt;3. Penerapan seluruh hukum hukum Allah, yaitu syari’ah Islam melalui tegaknya daulah khilafah Islamiyah yang didukung penuh oleh seluruh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan sebuah pernyataan : Umat Islam tidak bisa bangkit tanpa adanya khilafah. Sebab, umat Islam yang ingin bangkit tanpa khilafah bagaimkan orang yang ingin berdiri tanpa kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kalo ditawari, mau bangkit atau mau bebek? Kamu pilih mana? (hehe, sekedar mengakrabkan suasana) &lt;br /&gt; (padang Langit)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111762371561708558?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111762371561708558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111762371561708558&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111762371561708558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111762371561708558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/05/bebek-manusia-dan-perubahan.html' title='Bebek, Manusia, dan Perubahan'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111762194362899040</id><published>2005-05-30T04:59:00.004-07:00</published><updated>2005-06-01T03:32:23.633-07:00</updated><title type='text'>Persahabatan Sampah!!!</title><content type='html'>Persahabatan Sampah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebenarnya, kalau harus jujur agaknya cerita ini cukup menjadi pengalaman saja. Namun, rasanya akan lebih berguna kalau ia tak sekedar usang, tapi jauh lebih bermakna dan bisa menjadi hikmah bagi orang lain.&lt;br /&gt; Persahabatan bagiku adalah segalanya bahkan sesuatu yang menghalangi persahabatanku, apapun itu akan kuterjang. Siapapun pasti setuju dengan pernyataanku barusan karena siapa sih yang tidak pengen punya teman langgeng sampe tua. Nah, aku dulu juga berpikiran seperti itu. Kayaknya mulia banget udah bisa mempertahankan persahabatan yang aku punya ampe lama.&lt;br /&gt; Ups! Kayaknya aku patut menyesal dengan komitmenku dulu. Betapa tidak?! Perjalanan persahabatanku dulu udah keluar dari jalur yang telah digariskan oleh aturan syara dan kalo bisa diukur kayaknya dosaku numpuk deh.&lt;br /&gt; Hehehe, pasti yang baca tulisan ini dari awal bingung yah! Cuek aja! Kalo gak mau bingung baca sampe abis.&lt;br /&gt; Aku temasuk cewek yang supel n gaul. Aku punya banyak teman, namun yang bisa bener-bener menjadi sahabat hanya beberapa orang saja. Dari smp sampe sma temenku banyak yang berjenis kelamin cowok. Sementara aku, gadis manis yang selalu berada diantara mereka. Jujur aku sangat senang sahabatan sama yang namanya cowok. Abis enak sih, gak cerewet. Nyimpen rahasia rapet, trus asik kalo diajak curhat, mereka selalu melindungi, n satu nih yang nyenengin, kalo diminta bantuan mereka gak neko-neko alias selalu siap siaga. Temen cowokku dari smp sampe sma gak berubah. Cuma ada tambahan dikit. Hampir tiap hari aku selalu bareng mereka. Kursus pun aku selalu bareng mereka. Dulu, aku terkategori cewek yang badung dikitlah.  Pernah nih, aku sama temen-temen cowokku bolos dan pergi ke pantai. Wuih! Asik deh. Ikhtilat dikit aku sih gak masalah wong dulu juga gak tau sama yang namanya ikhtilat itu apa.&lt;br /&gt; Ternyata bener, fitnah akan mudah sekali menyerang orang yang berjalan sama bukan muhrimnya. Pagi itu, seantero sekolah pada jadi bandar gosip semua. Aku dituduh pacaran sama temen akrabku, cowok. Wah terus terang aku berang. Bisa-bisanya mereka ngomong gak bener. Aku kan tidak enak sama sobatku. Tau gak yang nyebarin siapa? Cewek yang naksir sama temen cowokku. Seenaknya banget sih tu cewek nyebarin berita. Tapi, kemudian aku merenung sendiri gimana bisa kalo gak ada asap tanpa adanya api. Huh! Aku telah menyulut api ke mukaku sendiri.&lt;br /&gt; By the way, sejak gosip itu merebak hubunganku ama temen cowokku itu sedikit renggang, tapi gak lama sih? Karena masing-masing kita nyadar kalo kita udah punya komitmen untuk terus ngejaga hubungan persahabatan ini sampe kapanpun juga (he3x jambu amat!)&lt;br /&gt; Persahabatan kami jalan rapi jali hingga menginjak bangku perguruan tinggi. Sms-smsan jalan terus. Telpon-telponan, curhat-curhatan, jalan bareng, saling mengunjungi, dan seabrek “dosa” campur baur lainnya. Semuanya begitu indah dikemas oleh “setan” dalam mata kami dengan wujud persahabatan. Pokoknya, saat itu aku benar-benar ditenggelamkan oleh aktivitas hura-hura dengan teman segenk yang isinya rata-rata cowok semua. Aktivitas yang sia-sia!!!&lt;br /&gt; Semua berubah ketika sebuah kebenaran mulai menjamah hidupku….&lt;br /&gt; Mungkin aku badung, aku agak nakal, tapi aku manusia yang juga rindu kebenaran. Ketika kebenaran itu datang, satu-satu ada yang harus dikorbankan.&lt;br /&gt; Aku mulai berubah ketika aktivitas berpikirku mulai kuoptimalkan. Semua benar-benar berubah! Hura-hura sedikit demi sedikit kutinggalkan. Aku coba berteman dengan kesepian dan merenungkan semuanya. Kalau seperti ini terus kemana hidupku akan kubawa? Pertanyaan besar menghantuiku. Temen-temenku cowokku pun mulai heran dengan perubahan drastis padaku. Aku mulai meninggalkan mereka.&lt;br /&gt; Heh! Aku lelah. Kayaknya hidupku hanya jalan di tempat. Pagi kuliah trus pulang. Paling banter aktivitas tambahanku hanya ngerjain tugas aja. Aku bosan. Terus terang saat itu hidupku benar-benar gak karuan. Kehidupan pribadiku kacau dan kehidupan keluargaku juga kacau otomatis gak ada perkembangan. Yah gak salah kalo kutakan hidupku jalan di tempat bahkan menurun.&lt;br /&gt; Persahabatan, kutemukan kata itu ketika aku benar-benar merasakan ada kekuatan yang menjamahku. Bukan, bukan persahabatan yang seperti dulu. Sebuah persahabatan yang mengikatku dalam sebuah kata…, akidah&lt;br /&gt; Huh! Sampah ternyata persahabatan yang dulu sangat kuagung-agungkan dengan temen-temen cowokku. Aku jadi malu ketika mulai memahami bahwa kelakuanku dulu hanya mengumpulkan dosa demi dosa. Ada persahabatan lain yang patut untuk kupertahankan dari sekedar ikatan hura-hura kayak dulu&lt;br /&gt; Aku mulai menjauh. Temen-temen masa laluku yang semuanya rata-rata cowok satu persatu kutinggalkan. Tak ada lagi telpon-telponan, tak ada lagi ketemu-ketemuan. Semua tuntas!!!&lt;br /&gt; Mereka protes! Aku menghilang. Hujatan demi hujatan mulai dialamatkan kepadaku. Aku dikatakan ikut kajian sesat, sombong, tak menghargai persahabatan, membuang semua yang pernah kami alami bersama. Andai mereka tau bahwa semua kulakukan hanya karena aku juga tidak ingin lama-lama mendulang dosa dengan mereka. Aku ingin hidupku punya arti daripada sekedar hura-hura dengan mereka. Aku ingin menjadi orang yang rindu syahid di jalan Illahi. Andai mereka mengerti bahwa kutemukan persahabatan hakiki yang lebih dalam dengan Islam&lt;br /&gt; Sahabat-sahabat masa lalu mungkin kini telah berada di ruang yang berbeda denganku. Ada nada yang sangat luar biasa heran dari mereka melihat perubahan hidupku. Ada kekagetan yang sangat, Ya Rabb betapa dari penilaian mereka padaku dapat kutarik kesimpulan kalau aku di masa lalu begitu “rusak”nya. Ini semua terjadi karena ada kebangkitan berpikir dalam diriku dan semoga itu juga yang terjadi pada mereka, sahabat masa laluku. Biarkan nanti kita bertemu di taman surganya dengan senyum, bukan di dunia ini kita hias hidup dengan penuh hura-hura. InsyaAllah. &lt;br /&gt; Halooo? Kalian masih baca kan? Kalo gak nyambung maklumin ya? Syafira&lt;br /&gt;* rinduku yang tak pernah tuntas&lt;br /&gt;Bersama doa untuk kalian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111762194362899040?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111762194362899040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111762194362899040&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111762194362899040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111762194362899040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/05/persahabatan-sampah_30.html' title='Persahabatan Sampah!!!'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111762051813930787</id><published>2005-05-30T04:59:00.002-07:00</published><updated>2005-06-01T03:08:38.140-07:00</updated><title type='text'>sejumput asa</title><content type='html'>Kita punya hidup yang berhembus lewat nafas, teratur dan ringan. Hidup tak sesederhana nafas yang mengalun teratur. Hidup adalah perjuangan. Hidup adalah pertarungan. Siapa yang ingin bertahan hidup mesti berjuang dan bertarung dengan dinamika kehidupan.&lt;br /&gt;Izinkanlah kami melakoni perjuangan itu dengan segenap daya yang kami punya. Kami adalah pejuang yang “hidup” karena adanya perjuangan. Kami adalah petarung yang “hidup” karena memang harus bertarung. Kami, hanya punya perjuangan dan kami akan terus berjuang hingga batas memaksa kami berpisah.&lt;br /&gt;Perjuangan ini tidak ringan, maukah kalian bergabung dalam perjuangan ini saudaraku? Mengubah wajah dunia agar esok tidak sama dengan hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111762051813930787?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111762051813930787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111762051813930787&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111762051813930787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111762051813930787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/05/sejumput-asa.html' title='sejumput asa'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111745488038970080</id><published>2005-05-30T04:59:00.000-07:00</published><updated>2005-05-30T05:08:00.393-07:00</updated><title type='text'>Matahari</title><content type='html'>"Apa yang diinginkan matahari .. ?".Hari ini, matahari terburu-buru, pagi ia jalani dalam kedipan mata, siang ia lalui dengan kilatan cahaya, senja ia biarkan begitu saja.Malam! .. Matahari tak bisa menahan paksa. Ia ingin bertemu malam. Hingga ia sadar, malam selalu ditemani rembulan.Hari ini, lagi, ia terburu-buru, mentari hangatnya tak pernah sempurna menebar cahaya untuk bunga, terik siangnya tak lagi menguapkan telaga, dan bias senjanya tak pernah meronakan cakrawala.Malam! .. Matahari tak bisa memaksa rasa. Ia ingin menemui malam. Hingga ia sadar, bahkan malam tak pernah merasakan malam.Hari ini matahari kembali terburu-buru, air mata yang menetes di embun tak sempat diusapnya, mendung di angkasa yang dilewati tak dihapusnya, rintik hujan di senja tak pernah ditembusnya.Malam! .. Ternyata matahri tak bisa menahan emosi. Ia ingin menemui malam. Hingga ia sadar, rembulan sudah tak lagi punya malam."Apa yang diinginkan matahari .. ?".Pertanyaan itu yang kini disodorkan padaku. Apa? Ada apa dengan matahari? Kenapa harus aku? .. Aku mengutuk siang. Ia yang mengundang matahari,yang melebarkan angkasa sebagai jalan,yang menepis awan agar matahari bisa melenggang,yang selalu mengikuti jejak terhapus di balik malam. Lalu kenapa aku yang harus menjawabnya? .. Aku kini terkungkung dalam tanya. Matahari didekap cinta. Malam tak lagi menyala. Siapa di balik rencana? .. (surat dari seorang teman)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111745488038970080?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111745488038970080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111745488038970080&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111745488038970080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111745488038970080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/05/matahari.html' title='Matahari'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111720113971732682</id><published>2005-05-23T04:56:00.003-07:00</published><updated>2005-05-27T06:38:59.720-07:00</updated><title type='text'>terimakasih kawan........</title><content type='html'>terimakasih kawan....&lt;br /&gt;hanya itu yang bisa saya berikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(silmi kaffah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111720113971732682?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111720113971732682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111720113971732682&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111720113971732682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111720113971732682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/05/terimakasih-kawan.html' title='terimakasih kawan........'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111703137632728060</id><published>2005-05-23T04:56:00.001-07:00</published><updated>2005-05-25T07:29:36.330-07:00</updated><title type='text'>Mencari Keadilan Dengan Kaki</title><content type='html'>Entah kemana kumelangkahkan kaki, saat mata tak lagi bisa melihat dengan jelas bahkan puing2 keadilan sedikitpun, yang ada hanya sepasang kaki yang mampu menopang berat tubuh, yaa sekali lagi hanya kaki yang tempatnya di bawah … tapi denga kaki ini juga kucoba membayangkan andai kaki menjadi kepala n’ kepala menjadi kaki… pasti deh semuanya akan kacau…oiiiii…sadar dikit donk!!!&lt;br /&gt;Bukan maksud hati tuk membahas masalah kaki, but karena saya udah bingung mesti nulis apa sementara kaki ini gatel pengen digaruk2, jadi muncul dech ide ‘tuk nulis tentang kaki (apa hubungannya coba? Gatal ya digaruk aza jangan ditulis2)&lt;br /&gt;Ngomong2 soal kaki, ada teman cw saya yang ‘gak suka sama kakinya yang gede kaya’ gajah, trus ada juga yang minder karena kakinya terlalu kecil sampe orang bingung membedakan mana kaki meja ‘n kaki temen saya, trus di lain waktu ada juga temen saya yang ngeluhin pertumbuhan “rambut” di kakinya yang secepat kilat, ada lagi yang bingung karena kulit kakinya tak selembut citra alias kulit bersisik, yang jelas dari sesuatu yang namanya kaki aza bisa muncul sejuta persoalan…ini baru kaki, belon lagi yang namanya badan, pinggang, tangan, rambut, pokoke semua yang berhubungan dengan tubuh dech, dari ujung rambut sampe ujung kaki pasti akan menimbulkan lebih dari sejuta masalah…Aduh …pusinggg khan??&lt;br /&gt;Bayangin aza andai semua cw muslimah di dunia ini hanya mementingkan masalah kecil tadi??(mengkhayak mulai …selesai) udah bisa dibayangin? Belon…kalo’ gitu jadi PR buat kalian, minggu depan dikumpul. OK. Setelah saya bayangin jika semua cw hanya memikirkan hal ini, bisa dipastikan keadaan yang digambarin di awal tadi akan terjadi, apa itu? Yaa yang terjadi, kaki di kepala, kepala di kaki alias kacau gitchu loh.&lt;br /&gt;Suatu keadaan dimana cw kehilangan fungsinya, kaki dijadiin alat ‘tuk berpikir sedangkan kepala difungsiin ‘tuk menopang tubuh. Seorang makhluk yang bernama cw atau wanita atau apalah namanya yang seharusnya punya peran ‘n fungsi yang besar dalam mencetak generasi justru terbuai dengan keadaan dirinya saja, tidak terima dengan takdir Allah yang sudah menciptainnya, yang ada dipikirannya bagaimana supaya bisa merubah tubuhnya menjadi lebih…(lebih halus, lembut, cantik, sexy, ‘n lebih2 yang lain).&lt;br /&gt;Hal di atas merupakan perumpamaan kecil saja dari kesibukan seorang cw, masih banyak hal2 lain yang nyibukin dirinya ‘tuk melupain kewajibannya sebagai seorang muslimah. Teriakan meminta keadilan pun semakin nyaring terdengar memekakkan telinga, meminta Tuhan ‘tuk memberi keadilan terhadap tubuhnya? Kalo uadah gini masih adakah keadilan lain yang harus disuarakan??? atau 1 puing keadilan lainpun tak layak kita teriakkan???&lt;br /&gt;Apa susahnya sich menerima takdir Tuhan? Bukankah kalian tidak akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang ada pada tampilan fisik kalian? Seharusnya kalian mencari keadilan yang l;ayak diperjuangkan, yang meminta pengorbanan kalian agar puing2 keadilan yang berserakan dapat menjadi 1 kerangka lagi yang siap membangun keadilan yang sebenar2nya.&lt;br /&gt;Keadilan itu adalah ketika hukum yang tumbuh ‘n hidup di tengah2 masyarakat bener2 dapat berfungsi ‘tuk ngatur kehidupan manusia, sekarang pertanyaannya adalah : Siapakah yang layak ‘n mampu ngatur kehidupan kita? Yang pasti dia harus mengetahui apa saja kebutuhan seluruh umat manusia, mengetahui apa saja kelemahan diri kita serta menguasai akan keberadaan kita di dunia ini, seandainya ada orang yang memenuhi syarat itu kita bisa menyerahkan urusan perbuatan hukum kita padanya, tapi apakah mungkin manusia biasa seperti kita mampu mengetahui segala kebutuhan dan kekurangan kita, atau apakah seorang manusia juga mempunyai andil atas keberadaan kita di dunia ini???&lt;br /&gt;Yang jelass saat ini kita sedang berhukum pada hukum manusia, ‘n yang terjadi saat ini hukum yang ada tidak bisa dijalanin selaras dengan semangat adanya hukum itu, keadilan ‘n kepastian hukum yang menjadi tujuan adanya hukum justru tidak kita dapatkan dalam kehidupan sekarang, walaupun telah banyak ahli2 hukum yang lahir ‘tuk membuat hukum yang &gt; baik, hasilnya tetep sama aza, justru makin bermasalah karena hukum terbentuk dari politik yang sedang berkembang, yang otomatis hukum tidak lagi bebas nilai tapi justru mendukung pihak mana yang menguasai politik saat itu.&lt;br /&gt;Ini artinya siapa yang lebih dominan maka aturan hukum yang dibuat nantinya akan sarat nilai mendukung pihak yang dominan tadi. Dan ini juga terjadi pada system hukum negara Indonesia, dimana setiap produk hukum yang dibuat pasti punya nilai politik. Nah kalo’ gitu, lembaga legislative yang ada sekarang pun tidak akan mampu menyelesaikan problematika umat, karena tetep saja orang2 yang du2k di parlemen itu adalah manusia, sama kaya’ kita yang banyak kekurangan.&lt;br /&gt;Lantas sekarang masih maukah kita berhukum pada hukum manusia???TIDAAKKKKK uhuk…uhuk…uhuk(jangan terlalu semangat gitu loh), lalu kemana kita mesti berhukum?Yaa kepada yang mampu menguasi kehidupan kita donkk!!! Caranya?? Gampang aza, kita bangun 1 wadah yang mampu menerapkan hukum sang Pencipta, wadahnya harus mampu menyatukan seluruh umat ini tanpa mengenal batas2 teritorial, termasuk pulau Ambalat yang sedang jadi sengketa. Jadi semua umat ini akan satu ‘n hanya menerapkan 1 hukum saja.&lt;br /&gt;Kalo’ udah gitu, tak akan ada lagi teriakan2 ‘tuk memikirkan diri sendiri seperti maslah kaki tadi (paling kalo’ ada seputar garuk-menggaruk aza karena gatel), yang ada hanyalah bagaimana semua orang harus terikat dengan hukum secara sukarela, tak perlu paksaan karena dia sendiri merasakan suatu keadilan dengan nerapin hukum itu.&lt;br /&gt;Kini tiba saat kita ‘tuk mengganti posisi kaki di kepala /kepala di kaki kembali ke posisi yang sebenarnya, kaki yaa… di bawah ‘n kepala harus di atas, karena kalo’ dia di bawah namanya bukan kepala tapi bawahan….(Tul ‘gak??…Salah…’napa salah ??..Karena nama saya bukan Atul tapi Atun).&lt;br /&gt; (By : Adilla Fauziah )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111703137632728060?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111703137632728060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111703137632728060&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111703137632728060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111703137632728060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/05/mencari-keadilan-dengan-kaki.html' title='Mencari Keadilan Dengan Kaki'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111659138779245397</id><published>2005-05-20T04:14:00.007-07:00</published><updated>2005-05-23T04:56:28.633-07:00</updated><title type='text'>entah apa</title><content type='html'>Entah apa yang telah tertancap kuat di ubun ubun kita&lt;br /&gt;hingga  enggan tuk merangkak &lt;br /&gt;bersimpuh mengakui kedunguan dan kepapaan&lt;br /&gt;di hadapan Rabb Penguasa Segala?&lt;br /&gt;Apa yang kita  punya untuk menepuk dada??&lt;br /&gt;TIDAK ADA!!!&lt;br /&gt;Lalu ..apa lagi yang kita tunggu untuk melafazhkan kata&lt;br /&gt;“astaghfirullah al – adzim wa atuubu ilahi”&lt;br /&gt;sedangkan waktu selalu menjajakan kematiannya setiap saat tanpa kompromi.&lt;br /&gt;Ah…Semoga masih ada   celah di hati &lt;br /&gt;Tuk mengintip kebenaran yang tersembul di setiap jejak risalah Rasul yang mulai samar tertiup puting beliung ganas peradaban&lt;br /&gt;Kemudian memelorotkan semua kepongahan yang terpenjara dalam kerangkeng seribu ketololan &lt;br /&gt;sebelum tubuh berlumur daki ini tertimbun di pusara&lt;br /&gt;di mana yang tertinggal hanyalah  lolongan  panjang penyesalan&lt;br /&gt;"Yaa laitanii kuntu turaabaa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(silmi kaffah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111659138779245397?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111659138779245397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111659138779245397&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111659138779245397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111659138779245397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/05/entah-apa_20.html' title='entah apa'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111658891271005994</id><published>2005-05-20T04:14:00.003-07:00</published><updated>2005-05-20T04:35:12.716-07:00</updated><title type='text'>masihkah ada pilihan lain???</title><content type='html'>jika penidas dan penzalim merantai lenganmu&lt;br /&gt;menampar-nampar pipimu&lt;br /&gt;menciumkan telapak sepatunya ke hidungmu&lt;br /&gt;kemudian mendepakmu ke padang kematian&lt;br /&gt;sehingga engkau tidak tahu lagi&lt;br /&gt;apakah engkau masih hidup &lt;br /&gt;atau sudah menjadi bangkai&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masihkah ada pilihan lain selain...MELAWAN???&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Silmi Kaffah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111658891271005994?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111658891271005994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111658891271005994&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111658891271005994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111658891271005994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/05/masihkah-ada-pilihan-lain.html' title='masihkah ada pilihan lain???'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111658816495316216</id><published>2005-05-20T04:14:00.001-07:00</published><updated>2005-05-20T04:22:44.956-07:00</updated><title type='text'>ketabahan</title><content type='html'>Ketika seluruh dunia semakin suram &lt;br /&gt;Dan semua tampak tidak begitu jelas, &lt;br /&gt;Ketika bayang-bayang tampak mulai menggantung &lt;br /&gt;Tuhan, tabahkanlah aku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika segalanya telah dicoba &lt;br /&gt;dan kelihatannya tak ada jalan, &lt;br /&gt;Buatlah aku tetap ingat &lt;br /&gt;Kadang-kadang perjalanan memang lambat &lt;br /&gt;Aku mungkin hanya perlu berhenti dan beristirahat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang lintasan yang kutempuh, &lt;br /&gt;Saatnya untuk mencoba mengerti &lt;br /&gt;Dan berbincang dengan Tuhan &lt;br /&gt;Setelah kudapat kekuatan baru untuk lanjut &lt;br /&gt;Tanpa ragu atau takut, &lt;br /&gt;Bagaimanapun aku tahu &lt;br /&gt;masalahku akan beres, &lt;br /&gt;Maka, tabahkanlah aku.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Ketabahan-Anne Sortz. From The chicken Soup &lt;br /&gt;for Unsinkable Soul]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111658816495316216?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111658816495316216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111658816495316216&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111658816495316216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111658816495316216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/05/ketabahan.html' title='ketabahan'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111217846258207442</id><published>2005-03-25T03:43:00.040-08:00</published><updated>2005-04-08T03:24:43.253-07:00</updated><title type='text'>Wati Memakai Sepatu Tinggi</title><content type='html'>(silmi_kaffah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wati lulus dari akademi sekretaris dengan nilai yang baik. Semua lulusan Akademi Sekretaris yang nilainya baik otomatis mendapat pekerjaan di perusahaan-perusahaan besar, karena perusahaan besar selalu berkembang dengan pesat, dan karena itu selalu membutuhkan sekretaris yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, pada suatu pagi wati sudah berhadapan dengan Sekretaris Kepala sebuah perusahaan. Inilah hari pertama sebagai pekerja dalam hidupnya, dan belum-belum ia sudah mendapat masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau tahu apa kesalahanmu pada hari pertamamu ini?”&lt;br /&gt;Wati tidak mengerti. Ia belum melakukan pekerjaan apa-apa.&lt;br /&gt;“Tidak, saya tidak tahu.”&lt;br /&gt;Sekretaris Kepala memandangnya dengan sengit. Baginya para sekretaris baru selalu merupakan ancaman.&lt;br /&gt;“Lihatlah ke bawah,” katanya.&lt;br /&gt;Wati melihat ke bawah, ia melihat sepatunya sendiri.&lt;br /&gt;“Sepatu saya?”&lt;br /&gt;“Ya! Sepatumu! Masa’ sekretaris pakai sepatu tennis!”&lt;br /&gt;“Apa salahnya, yang dibutuhkan adalah kemampuan saya dalam kesekretariatan, bukan sepatu saya.”&lt;br /&gt;“Kemampuan dan tampang, bego!”&lt;br /&gt;“Tampang?”&lt;br /&gt;“Wati, kalau kamu ingin bekerja diperusahaan ini, kamu harus mengenakan sepatu tinggi. Mungkin tidak usah tujuh sentimeter, tapi pokoknya sepatu tinggi. Karena hanya sepatu tinggi memberi image modern dan professional sebagai seorang sekretaris. Tampang seorang sekretaris adalah bagian dari image direktur dan perusahannya, jadi jangan memalukan.”&lt;br /&gt;“Jadi, untuk apa saya belajar yang hebat-hebat, kalau penilaian pada diri saya hanya berdasarkan pakaian?” (Dikutip dari cerpen Wati Memakai Sepatu Tinggi karya Seno Gumira Ajidarma) &lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya sudah menjadi standar baku bahwa untuk memberi image modern dan  profesional, wanita-wanitanya  harus berblazer,  plus blues, rok span, kosmetik dan  minyak wangi  yang mahal-mahal, tak ketinggalan juga sepatu tinggi yang menimbulkan irama  ritmis, tak tik tak tik seperti mesin ketik kantor polisi. Tak peduli kakinya harus lecet, tungkainya  kapalan, jari-jari kakinya mekar seperti kipas, betisnya mengeras karena harus menopang berat badan dengan kondisi tubuh tidak seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu saja. Tuntutan untuk menjadi manusia modern diantaranya lagi adalah harus mempunyai struktur wajah yang berkarakter (?), tinggi dan berat badan harus proporsional. Untuk itu, mereka rela memeras tubuhnya di pusat-pusat kebugaran,  ikut terapi penambah tinggi badan,  keluar masuk salon, dan kalau perlu, bagian wajah dan tubuhnya direparasi baik dengan operasi plastik atau dengan menggunakan silicon.  Wah..wah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga didukung oleh tuntutan pasar. Maksudnya, agar dikatakan perusahaan-perusahaan bonafid,  dalam penerimaan pegawai mereka merasa perlu untuk mencantumkan syarat-syarat sebagai berikut: Berpenampilan menarik, tinggi badan min. 165, dan bla…bla…yang tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia-manusia modern juga semakin hari semakin menampakkan gejala keedanan. Gimana kami tidak mengatakan edan. Untuk menjadi atau disebut sebagai manusia modern mereka menggunakana cara-cara yang “primitif”. Lihat saja, mereka memakai pakaian yang sudah tidak layak pakai. Robek sana sini. lengan cuma sebelah bergelantungan dan berumbai-rumbai (mengingatkan pada zaman tarzan saja). Bahkan baju tersebut tidak cukup untuk menutupi seluruh tubuhnya. Diangkat ke atas kelihatan di bawah. Cukup di bawah, kelihatan di atas. Bahannya juga aneh-aneh. Ada juga yang membuat baju dari kulit kerang, lempengan CD,  dari kulit kayu, kulit binatang dan sebagainya.. Ditambah lagi dengan aksesoris yang semakin melengkapi ke’primitif’annya. Kalung dari gigi gajah, cincin dari tulang, anting-anting dari akar, dan sebagainya. Lebih edannya lagi, mereka rela merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pakaian dan aksesoris yang aneh-aneh tersebut, plus tingkah laku yang lebih aneh lagi. Lengkap dah! Ini zaman kebebasan! Teriak mereka serak. Ah..yang bener? Kebebasan yang seperti apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modernisme : Kebebasan tanpa Nalar (Freedom without reason)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Wright Mills, sosiolog Amerika yang kontroversial, menandaskan bahwa pada abad XVIII,  pemikiran pencerahan (atas nama  nalar dan kebebasan ) telah meraup sukses besar (Succes story) dalam memusnahkan pelbagai ketidakadilan, kedunguan, dan prasangka dari order tua (the old order). Dalam pemikiran pencerahan (Enlightement), nalar dan kebebasan telah bersekutu dalam rangka perjuangan merontokkan rantai-rantai rejim kuno (Ancien regime) yang biasa disebut dengan abad kegelapan (the dark age). Akhirnya, tentu saja, pencerahan memberikan kontribusi besar kepada terjadinya revolusi prancis dan revolusi industri yang kemudian melahirkan masyarakat baru (new regime). Tapi sayang, setelah “pesta pora” perayaan kemenangan tersebut (kemenangan atas musnahnya abad kegelapan yang mengkungkung kebebasan dan nalar manusia dalam tradisi-tradisi gereja), dalam perjalanan sejarah selanjutnya, nalar dan kebebasan menjadi saling memusuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Permusuhan’ antara nalar dan kebebasan ini berawal ketika manusia telah tiba di stadium kejayaan rasionalitas instrumentalnya,  yaitu zaman ketika teknologi semakin menampakkan “keperkasaannya”. Zaman bisnis raksasa.  Di zaman ini, menurut Horkheimer, individu (manusia) dipandang sebagai benda dan alat belaka. Individu benar-benar kehilangan identitasnya, no man! Manusia tidak mampu lagi bertindak sebagai “manusia” ataupun untuk sekedar merancang masa depannya sendiri. Untuk bisa bertahan, ia harus menyerahkan semua keterampilannya, kecendrungannya, dan nalarnya kepada perusahaan. Modal-modal raksasa yang buta itu menjadi maha tahu, sedang individu (manusia) menjadi mesin ‘yang dungu’ (Horkeimer dikutip dari Ridwan Al-makassary, 2000). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan namun pasti, manusia  menjelma menjadi ‘robot girang’ (cheerful robot, Mills)) yang miskin daya reflektif . Ia tidak mampu memahami muatan makna dari  tindakan yang ditempuhnya. Ia tidak mampu berpartisipasi memformulasi tujuan dari pengejaran rasionalnya. Ia bertindak sesuai dengan dikte lingkungannya. Bergerak mengikuti sabda modernisme tanpa perlu  mendiskusi, mendebat, menolak dan memutus berdasarkan nalar kritis dari tujuan tindakan yang seharusnya dipertanyakan kembali.  ‘Robot girang’ hanya mengetahui bagaimana cara berbuat (what to do) namun tidak tahu mengapa itu harus dilakukan (why it is tobe done). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Mills, kekhwatiran lain tentang kondisi manusia-manusia modern juga diungkapkan oleh Max Weber bahwa masyarakat modern menjadi maju secara teknologi diakibatkan oleh penyebaran rasionalisasi dalam format kapitalisme dan birokrasi. Teknologi mampu memproduksi lebih banyak dalam waktu yang lebih sedikit dan usaha yang sedikit pula. Masyarakat modern sukses meminimalkan pemiskinan material. Tetapi hal itu, ironisnya, digerakkan dengan jalan memiskinkan spirit manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan spirit manusia inilah yang kemudian menyeret manusia modern kedalam situasi anomi atau normless yang merupakan jurang bahaya yang siap menghancurlumatkan masyarakat modern. Anomie, menurut Berger (dikutip dari Kematian Manusia Modern, Ridwan Al-Makassary, 2000) adalah mimpi buruk yang sempurna di mana individu hidup dalam dunia amburadul, kehilangan kepekaan, dan kegilaan. Anomie adalah titik yang tak tertahankan di mana individu mungkin memilih mati karenanya. Kekhawatiran yang sama juga dilontarkan oleh Emile Durheim. Dan dalam keputus-asaannya ia berteriak parau,”Agama adalah obat anomie masyarakat modern!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa pemikiran panjang para sosiolog di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa kita sebenarnya tengah berada dalam suatu pungkasan yang menemui jalan buntu, dan kita telah jauh terjebak di dalamnya.. Dan kebebasan yang menjadi “dalil” manusia-manusia modern sebenarnya telah memasung kebebasan manusia itu sendiri. Tepatnya:  kebebasan yang memenjarakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegamangan, kecemasan, ketidakpastian, ketakutan, putus asa, fatalisme, dan kehilangan harapan, manusia-manusia modern memilih untuk menceburkan diri dalam lautan kegilaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak harus ikut-ikutan gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegilaan zaman yang sudah semakin tua dan keriput ini dulukiskan dengan sangat jitu oleh Pujangga Jawa Raden Ngabehi Ronggowarsito dalam Serat Kalatidhanya : Amenangi zaman edan/ ewuh aya ing pambudi/ melu edan nora tahan/ ning yen tan melu/ boya keduman melik/ kaliren wekasani pun/ sabeja-bejane kang lali/ luwih beja kang eling lawan waspada  Yang saya coba artikan: Mengalami zaman edan/bingung dalam bertindak/ ikut edan enggak tahan/ kalau enggak ikut edan/ enggak kebagian, kelaparan akhirnya/ insyallah, seuntung-untungnya yang gila masih lebih untung yang ingat dan waspada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah kebingungan yang tak berujung pangkal ini, ikut edan bukan cara yang tepat. Apalagi kita sebagai muslim yang mempunyai pegangan yang kuat untuk tidak ikut terombang ambing oleh arus zaman.  Al-Qur’an dan As-sunnah, telah memberikan jawaban tuntas dari pertanyaan-pertanyaan yang selalu hadir dalam kebimbangan pencarian jati diri sebagai manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, ketika kita terlalu jauh terseret arus zaman, masihkah ada keinginan dari kita untuk kembali ke ajaran Al-Qur’an dan As-sunnah lagi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Sungguh aku tinggalkan untuk kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh kepadanya, maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Sesuatu tersebut itu adalah sesuatu yang jelas, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya” sabda Rasulullah.&lt;br /&gt;“Kebenaran adalah dari Tuhanmu, maka janganlah kamu menjadi orang yang ragu,” Firman Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kita ingin ikut-ikutan edan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ketika kebenaran nampak sebagai kebatilan, dan ketika kebatilan nampak sebagai kebenaran, maka tunjukkanlah yang benar itu benar, dan berilah aku kemampuan untuk mengikutinya, dan tunjukkanlah yang batil itu batil, dan berilah aku kemampuan untuk  menolaknya. Amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111217846258207442?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111217846258207442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111217846258207442&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111217846258207442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111217846258207442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/03/wati-memakai-sepatu-tinggi.html' title='Wati Memakai Sepatu Tinggi'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111210372274128749</id><published>2005-03-25T03:43:00.038-08:00</published><updated>2005-03-30T03:31:34.826-08:00</updated><title type='text'>pembusukan budaya</title><content type='html'>silmi kaffah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita seorang teman yang kuliah di kota metropolitan sana, bahwa pergaulan disana sudah sangat memprihatinkan. Adegan mesra antara lawan jenis dengan mudah dapat dijumpai di mana -mana. Di mal, di pinggir jalan, di angkot, di pojok kampus, di kos, pokoke adegan seperti itu sudah menjadi tontonan umum. Bahkan yang lebih seru  dan lebih gawat lagi, teman saya tanpa sengaja menyaksikan “adegan gulat” antara dua lelaki homo di sebuah taman. Dan yang sangat mengherankan, kata teman saya, orang-orang disekitar taman yang juga menyaksikan “adegan gulat” tersebut  tidak merasa heran, seolah-olah kejadian seperti itu merupakan hal yang wajar dan biasa dalam budaya kita. Juga tidak ketinggalan gambar-gambar porno yang dapat membuat manusia sesak nafas,  terpajang dengan damai dimana-mana. Di majalah, tabloid, cover neovel picisan, di pinggir jalan,  di depan gedung bioskop, di toilet dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali teman saya merupakan salah satu generasi yang mengalami “keterlambatan budaya” demikin pula halnya saya, karena masih mempersoalkan hal-hal yang menurut orang lain  sesuatu  yang biasa. Bukankah hal-hal seperti yang tergambar tadi merupakan gejala kemajuan budaya? Entah dilihat dari sudut pandang yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya bertanya tentang keadaan disini (di banjarmasin), saya bilang bahwa keadaan disini masih baik-baik saja (walaupun bukan berarti tidak ada), dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya, masih mending. Nilai-nilai relegius masih tertanam kuat dalam praksis budaya masyarakat. Jawaban saya subyetif aja, karena saya sendiri belum terlalu jauh menjelajahi kota ini. Barangkali kalau ditelusuri lebih jauh, keadaannya lebih dari  sekedar “baik-baik saja” (semoga persepsi ini salah).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Meminjam istilahnya Mustofa W. Hasyim, bahwa lambat tapi pasti, kita sedang mengalami apa yang dinamakan proses “pembusukan budaya” . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau kita cermati lebih jauh lagi,  sebenarnya “pembusukan budaya” hanyalah  merupakan gejala pelengkap, karena pada saat yang bersamaan juga telah terjadi proses pembusukan yang menyentuh hampir semua sektor kehidupan manusia. Pembusukan politik, pembusukan ekonomi, pembusukan sosial dan sebagainya, dengan indikasinya masing-masing. &lt;br /&gt;Kita perlu bersyukur, apabila masih ada orang yang merasa sesak nafas mencium kebusukan-kebusukan yang terjadi disekitarnya. Karena tidak dapat dibayangkan apabila “hidung” kita sudah tidak peka lagi untuk mengindrai kebusukan-kebusukan tersebut. Bahkan tidak jarang orang sekarang memilih untuk menyetel sedemikin rupa indra penciumannya agar tidak dapat mencium kebusukan atau memilih untuk mem-bloon-kan diri seolah-olah tidak pernah terjadi pembusukan , dan itu merupakan salah satu cara ampuh dan jitu  untuk dapat  bisa hidup damai dan tenang di tengah-tengah kebusukan.  Atau memang kita tidak dapat mencium kebusukan tersebut karena saking dekatnya alias kita sendirilah  sumbernya. Bukankah yang busuk-busuk yang bersumber dari diri kita sendiri, kita tidak pernah menganggapnya busuk?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saatnya kita diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat realitas pembusukan yang terjadi secara kaffah dan berjamaah tersebut, tidak harus membuat kita frustasi berat, apalagi sampai pingsan segala, tapi juga bukan dengan cara diam atau mem-bloon-kan diri, seolah-olah semuanya baik-baik saja, karena kenyataanya, pembusukan itu ada dan terjadi di depan hidung kita.  &lt;br /&gt;Kata sebagian orang, diam itu emas, walau kata dosen bahasa inggris saya , “silent is not always golden”. Diam bisa berarti ketidak-berdayaan. Diam juga bisa merupakan ungkapan pengakuan tidak langsung bahwa dialah pelakunya. Misal, ketika kenyamanan kita menikmati perjalanan di sebuah angkot tiba-tiba terusik oleh  “aroma tak diundang” yang tiba-tiba hadir, orang-orang dalam angkot tersebut serentak melakukan pencarian dengan hidung masing-masing  mencari sumber aroma tersebut, tapi ada salah seorang yang diam saja, dan seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa, maka kita akan berfikir, “ jangan-jangan …dia pelakunya”. Nah…Hayo ngaku! Walaupun sebetulnya hal ini tidak bisa dijadikan acuan, karena sekarang manusia semakin pintar untuk mengelabui orang. Dia yang melakukan pembusukan, tapi malah dia yang paling duluan nutup hidung dan paling nyaring suaranya untuk membasmi kebusukan, bahkan dia sendiri yang mengetuai  “tim pencarian pembusukan” dan tanpa basa-basi menuduh orang lain sebagai pelakunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pembusukan tersebut mencapai titik yang dominan, maka diam itu adalah dosa! “jika kamu melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tanganmu, apabila tidak mampu maka rubahlah dengan lidahmu, jika tidak mampu maka dengan hatimu, dan itulah selemah-lemahnya iman” sabda Nabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita mesti terbebani untuk melakukan perubahan baik dengan tangan maupun lisan?. Logika sederhananya, jika kita melihat orang yang buang sampah disembarang tempat, walaupun itu di got atau dikolong rumahnya sendiri, kemudian kita hanya diam dengan alasan, itu kan hak atau urusannya mereka, maka apabila terjadi banjir, apakah banjir tersebut hanya akan menimpa orang yang membuang sampah tadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ath-Thabrani, Rasululah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa masyarakat umum karena perbuatan orang-orang tertentu hingga masyarakat umum melihat kemungkaran di hadapan mereka, sedangkan mereka mampu mengingkarinya, tetapi mereka tidak mengingkarinya. Jika mereka berbuat demikian, Allah pasti akan menyiksa masyarakat umum dan orang-orang tertentu itu”&lt;br /&gt;Oleh karena itu, masyarakat secara umum harus berusaha sekuat mungkin dan sungguh-sungguh untuk mencegah dan menghalangi segala jenis perilaku “pembusukan”. Masyarakat harus meningkatkan intensitas amar ma’ruf nahi mungkar baik dalam hal kualitas ketegasan maupun kuantitasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan, Momentum menuju titik fitri&lt;br /&gt;Setelah sekian lama berbusuk-busuk ria, marilah kita bersama-sama mandi dan menyabuni diri di telaga Ramadhan. Walau idealnya, untuk mandi dan menyabuni diri tidak perlu harus menunggu datangnya bulan Ramadhan karena pintu magfirah Allah selalu terbuka lebar untuk hambanya yang mau bertobat dan menyerahkan diri. Dan kita sungguh sangat lemah dan tak berdaya walau sekedar menentukan apakah usia kita masih bisa sampai kepada ramadhan berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang tidak habis pikir, kenapa setelah kita mensucikan diri di bulan Ramadhan, kita harus mencemplungkan diri kita lagi ke comberan kehidupan? Kenapa kehidupan yang demikian yang menjadi pilihan kita?  Sedangkan jalan yang lurus dan di ridhai Allah masih terbentang luas? Apakah keruwetan hidup telah memuaikan dan melelehka keimanan kita, juga kemanusiaan kita sehingga kita tidak mampu lagi membedakan mana yang harum mana yang busuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah Ahsanu At-taqwiim  (sebaik-baik makhluk), dan kita sendiri yang memilih untuk menghempaskan diri kedalan status asfala saafiliin (sejelek-jelek makhluk) dan bahkan kal an’aam bal Adhollun (seperti binatang, bahkan lebih jelek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merenungi kembali bencana-yang menimpa kita yang sepertinya sangat komplit. Tidak hanya bersentuhan dengan salah satu sisi kehidupan saja, tetapi hampir menyentuh semua sisi kehidupan. Mulai dari bencana alam (kekeringan, kebakaran hutan, banjir daan sebagainya), bencana kecelakaan, bencana ekonomi-keuangan (krisis yang berkepanjangan, harga barang yang semakin melonjak), bencana sosial (kerusuhan-kerusuhan), bencana politik, bencana budaya ( makin dominannya budaya hedonisme, materialistik, sekularistik dan sebagainya), bencana hukum (ketidakadilan, keriminalitas yang semakin meningkat), seharusnya membuat mata kesadaran kita terbuka. Karena apabila hal tersebut belum juga mampu membangunkan kesadaran kita, maka teguran Allah bukan lagi berupa “cubitan”, bukankah kadang manusia dipenthung dulu baru sadar? Dan apabila hal itu betul-betul terjadi, kita hanya bisa melongo dan berkata,” Kog bisa begini?”. Terlambat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ramadhan, 13 oktober 2004)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111210372274128749?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111210372274128749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111210372274128749&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111210372274128749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111210372274128749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/03/pembusukan-budaya.html' title='pembusukan budaya'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111218063563989558</id><published>2005-03-25T03:43:00.037-08:00</published><updated>2005-03-30T03:03:55.646-08:00</updated><title type='text'>MEWASPADAI WAJAH ‘BUNGLON’ AS</title><content type='html'>Gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh betul-betul membangkitkan semangat kemanusiaan semua orang. Mereka berusaha untuk memberikan bantuan baik moril maupun materil.  “Semangat kemanusiaan” ini tidak hanya menyentuh warga Indonesia saja tetapi juga pihak asing (luar negeri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika serikat contohnya. Jumlah bantuan yang semula hanya 15 juta dollar AS di tingkatkan menjadi 35 juta dollar, untuk kemudian ditingkatkan terus hingga mencapai 350 juta dollar AS. Suatu peningkatan yang bukan main.  Dengan tangkas juga kapal-kapal angkatan laut AS di Samudera Hindia membantu distribusi bantuan darurat dan evakuasi para korban. . Tidak tanggung-tanggung juga, presiden Bush menunjuk dua pendahulunya, yakni mantan presiden Bush senior dan Bill Clinton untuk memimpin penggalangan dana.  Presiden AS itu juga mengutus Colin Powel dan Jeb Bush untuk datang langsung ke wilayah-wilayah yang terkena bencana, khususnya Aceh. Powel diutus dalam kedudukannya sebagai menteri luar negeri, sedangkan Jeb Bush  disertakan dalam kapasitasnya sebagai gubernur Florida yang berpengalaman dalam membangun kembali wilayahnya yang sering diporak-porandakan angin topan . Gedung putih pun memerintahkan agar selama sepekan kantor-kantor pemerintah mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda bergabung nasional.  Tak mau ketinggalan, sejumlah anggota DPR Amerika turun ke lapangan guna bertemu langsung dengan para korban bencana di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk simpatik  AS juga terlihat dari pernyataan presiden Bush ,” Bangsa Amerika sudah sering mengalami bencana alam yang besar, mulai dari gempa bumi, kebakaran yang hebat, sampai badai topan. Kita tahu bahwa tak ada yang bisa menghilangkan kepedihan orang-orang yang mengalami bencana itu. Bangsa Amerika akan melakukan apa saja untuk membantu rakyat Asia mengatasi tantangan-tantangan besar yang mereka hadapi setelah terjadi kerusakan hebat ini. Kami menyampaikan simpati kepada mereka yang sudah kehilangan orang-orang yang mereka cintai, duka cita kami bagi mereka yang menderita, dan komitmen Amerika yang berlanjut untuk membantu memulihkan kembali orang-orang yang terkena dampak tsunami itu (Kompas 11/01/2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, marilah kita melirik sejenak ke keadaan negera lain seperti Irak, Palestina, Afganistan, yang merupakan negara kaum muslimin. Tiap hari bom dan senjata serdadu  Amerika menyalak,  menghajar  dan membombardir mereka. Juga bukan rahasia lagi, bagaimana kekejaman serdadu Amerika yang memperlakukan para tawanan  di penjara Abu Ghraib yang sangat tidak manusiawi dan hal ini berlangsung sampai sekarang. Sangatlah tampak di sini wajah Amerika yang haus darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri kita sendiri gimane?  Dengan jalan utang luar negeri AS menjerat Indonesia dengan syarat pinjaman yang aneh-aneh. Misalnya,  pencabutan subsidi BBM, listrik, PDAM dan kebutuhan rakyat lain yang  menyebabkan rakyat kian sengsara. Syarat lainnya, Privatisasi BUMN yang mengakibatkan jatuhnya perusahaan publik ke tangan asing. Ujung-ujungnya rakyat menjadi semakin miskin di tengah negrinya yang gemah ripah loh jinawi. Tepat sekali kalimat Republika (15/4/2000) “IMF dan Bank Dunia ibarat tengkulak, berlagak pahlawan tapi misinya mematikan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara, apabila kita mau menelanjangi lebih jauh, maka akan terlihat dengan jelas borok dan kurap Amerika sebenarnya. Barangkali yang belum tersingkap, lebih mengerikan lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fenomena tersebut sangatlah  jelas, bahwa Amerika bisa menunjukkan “wajah ganda” sekaligus. Wajah “drakula haus darah ” dan wajah “malaikat”. Tepatnya, wajah ‘manisnya’ sekedar untuk menutupi ‘taringnya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaanya :Akankah kita tertipu dengan wajah “manisnya” Amerika ketika memberi bantuan di Aceh? Apakah tidak menutup kemungkinan bahwa di balik bantuan tersebut ada “udang di balik bakwan”? Soalnya bukti-bukti kekejaman Amerika sudah bukan rahasia lagi.&lt;br /&gt;Mengungkapkan hal ini bukan berarti kita manusia-manusia yang tidak tahu berterimaksih, atau termasuk orang yang otaknya telah terbingkai oleh teori konspirasi, seperti kata Ulil Abshar Abdallla. Tulisan ini  sekedar mengajak kepada kaum muslimin  untuk bercermin dari fakta yang ada, Kemudian berani menyimpulkan bahwa Amerika tidak dapat dipercaya!&lt;br /&gt;Dan Allah juga tidak main-main dengan firmannya bahwa ada kaum yang tidak akan pernah rela sehingga kita mengikuti millah mereka, dan bahwa kebencian yang ada di dalam hati mereka melebihi apa yang terekspresikan melalui mulut-mulutnya. Akankah kita mengingkarinya?&lt;br /&gt;  Sekali lagi, kita  jangan tertipu oleh wajah (hu)manis  Amerika. Dan kita harus berani mengatakan bahwa Amerika  sejatinya hanya punya satu wajah: drakula haus darah yang rela berganti ribuan wajah sesuai nafsu oportunisnya! Seperti bunglon, yang bisa berganti warna sesuai dengan tempat berpijaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Nabi telah memperingatkan hal ini melalaui sabdanya ,” Tidak layak orang Mukmin dipatuk (ular) pada lubang yang sama dua kali. “&lt;br /&gt;Keledai yang tolol sekalipun tidak mau terantuk untuk kedua kalinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita berani berkesimpulan bahwa sejatinya wajah Amerika adalah “drakula haus darah” masihkah kita berdiam diri ketika pemerintah Indonesia menyerahkan masalah rekonstruksi negeri yang hancur kepada pihak asing (AS dan konco-konconya) serta memberikan otoritas kepada mereka untuk mengkordinasi program ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu Tidak!  pemerintah tidak boleh dibiarkan ‘bermain bola’ sendiri. Kita harus memantau setiap kebijakan yang diambil pemerintah dan kita harus berani mengoreksi pemerintah jika kebijakan tersebut nantinya akan membuat rakyat dan seluruh kaum muslimin menderita dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, uluran tangan dari semua pihak sangat dibutuhkan dalam rekonstruksi Aceh. Karena Aceh adalah tanggung jawab kita bersama. Jika Amerika yang terkenal kasar saja bisa berkomitmen membantu para korban di Aceh, mengapa kita enggak? &lt;br /&gt;Dan, semoga saja bantuan untuk rekonstruksi Aceh baik yang dari luar negeri (pihak asing) ataupun dalam negeri bisa direalisasikan semuanya. Amin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(silmi kaffah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111218063563989558?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111218063563989558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111218063563989558&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111218063563989558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111218063563989558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/03/mewaspadai-wajah-bunglon-as.html' title='MEWASPADAI WAJAH ‘BUNGLON’ AS'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111176157007838008</id><published>2005-03-25T03:43:00.035-08:00</published><updated>2005-03-30T02:08:42.506-08:00</updated><title type='text'>letih</title><content type='html'>Kadang letih menjelma nyata dalam ke nadiran diri&lt;br /&gt;Letih untuk mengepakkan kembali sayap ini&lt;br /&gt;letih tuk menengadah ke angkasa menantang langit&lt;br /&gt;tapi, iman di dada melonjak-lonjak mencari pemenuhan yang hakiki&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;setengah tersungkur dalam&lt;br /&gt;ku coba menjahit keping semangatku yang entah berceceran di mana&lt;br /&gt;walaupun tak sempurna &lt;br /&gt;banyak tanya yang terselip dalam serat-setar syarafku&lt;br /&gt;tanya yang kadang menuntunku ke dalam keraguan tentang impian sebuah negeri yang kita perjuangkan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sepi juga kadang mencumbuiku&lt;br /&gt;menyeretku utnuk bersembunyi dari kawan-kawan&lt;br /&gt;yang selalu mengingatkakanku tentang langit yang masih pekat&lt;br /&gt;oh.......aku kadang ingin tidur lelap&lt;br /&gt;bersama impian-impian pribadiku&lt;br /&gt;apakah aku salah???&lt;br /&gt;kalau itu yang sering hadir&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;oohhh...toloooooooooooong&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(bersama senja, di depan komputer, ditemani asap rokok yang mengusik rongga hidungku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; dari yang sedikit letih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;silmi kaffah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111176157007838008?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111176157007838008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111176157007838008&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111176157007838008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111176157007838008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/03/letih_25.html' title='letih'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111210377225563927</id><published>2005-03-25T03:43:00.034-08:00</published><updated>2005-03-29T05:42:52.263-08:00</updated><title type='text'>pemubusukan</title><content type='html'>silmi kaffah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita seorang teman yang kuliah di kota metropolitan sana, bahwa pergaulan disana sudah sangat memprihatinkan. Adegan mesra antara lawan jenis dengan mudah dapat dijumpai di mana -mana. Di mal, di pinggir jalan, di angkot, di pojok kampus, di kos, pokoke adegan seperti itu sudah menjadi tontonan umum. Bahkan yang lebih seru  dan lebih gawat lagi, teman saya tanpa sengaja menyaksikan “adegan gulat” antara dua lelaki homo di sebuah taman. Dan yang sangat mengherankan, kata teman saya, orang-orang disekitar taman yang juga menyaksikan “adegan gulat” tersebut  tidak merasa heran, seolah-olah kejadian seperti itu merupakan hal yang wajar dan biasa dalam budaya kita. Juga tidak ketinggalan gambar-gambar porno yang dapat membuat manusia sesak nafas,  terpajang dengan damai dimana-mana. Di majalah, tabloid, cover neovel picisan, di pinggir jalan,  di depan gedung bioskop, di toilet dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali teman saya merupakan salah satu generasi yang mengalami “keterlambatan budaya” demikin pula halnya saya, karena masih mempersoalkan hal-hal yang menurut orang lain  sesuatu  yang biasa. Bukankah hal-hal seperti yang tergambar tadi merupakan gejala kemajuan budaya? Entah dilihat dari sudut pandang yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya bertanya tentang keadaan disini (di banjarmasin), saya bilang bahwa keadaan disini masih baik-baik saja (walaupun bukan berarti tidak ada), dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya, masih mending. Nilai-nilai relegius masih tertanam kuat dalam praksis budaya masyarakat. Jawaban saya subyetif aja, karena saya sendiri belum terlalu jauh menjelajahi kota ini. Barangkali kalau ditelusuri lebih jauh, keadaannya lebih dari  sekedar “baik-baik saja” (semoga persepsi ini salah).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Meminjam istilahnya Mustofa W. Hasyim, bahwa lambat tapi pasti, kita sedang mengalami apa yang dinamakan proses “pembusukan budaya” . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau kita cermati lebih jauh lagi,  sebenarnya “pembusukan budaya” hanyalah  merupakan gejala pelengkap, karena pada saat yang bersamaan juga telah terjadi proses pembusukan yang menyentuh hampir semua sektor kehidupan manusia. Pembusukan politik, pembusukan ekonomi, pembusukan sosial dan sebagainya, dengan indikasinya masing-masing. &lt;br /&gt;Kita perlu bersyukur, apabila masih ada orang yang merasa sesak nafas mencium kebusukan-kebusukan yang terjadi disekitarnya. Karena tidak dapat dibayangkan apabila “hidung” kita sudah tidak peka lagi untuk mengindrai kebusukan-kebusukan tersebut. Bahkan tidak jarang orang sekarang memilih untuk menyetel sedemikin rupa indra penciumannya agar tidak dapat mencium kebusukan atau memilih untuk mem-bloon-kan diri seolah-olah tidak pernah terjadi pembusukan , dan itu merupakan salah satu cara ampuh dan jitu  untuk dapat  bisa hidup damai dan tenang di tengah-tengah kebusukan.  Atau memang kita tidak dapat mencium kebusukan tersebut karena saking dekatnya alias kita sendirilah  sumbernya. Bukankah yang busuk-busuk yang bersumber dari diri kita sendiri, kita tidak pernah menganggapnya busuk?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saatnya kita diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat realitas pembusukan yang terjadi secara kaffah dan berjamaah tersebut, tidak harus membuat kita frustasi berat, apalagi sampai pingsan segala, tapi juga bukan dengan cara diam atau mem-bloon-kan diri, seolah-olah semuanya baik-baik saja, karena kenyataanya, pembusukan itu ada dan terjadi di depan hidung kita.  &lt;br /&gt;Kata sebagian orang, diam itu emas, walau kata dosen bahasa inggris saya , “silent is not always golden”. Diam bisa berarti ketidak-berdayaan. Diam juga bisa merupakan ungkapan pengakuan tidak langsung bahwa dialah pelakunya. Misal, ketika kenyamanan kita menikmati perjalanan di sebuah angkot tiba-tiba terusik oleh  “aroma tak diundang” yang tiba-tiba hadir, orang-orang dalam angkot tersebut serentak melakukan pencarian dengan hidung masing-masing  mencari sumber aroma tersebut, tapi ada salah seorang yang diam saja, dan seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa, maka kita akan berfikir, “ jangan-jangan …dia pelakunya”. Nah…Hayo ngaku! Walaupun sebetulnya hal ini tidak bisa dijadikan acuan, karena sekarang manusia semakin pintar untuk mengelabui orang. Dia yang melakukan pembusukan, tapi malah dia yang paling duluan nutup hidung dan paling nyaring suaranya untuk membasmi kebusukan, bahkan dia sendiri yang mengetuai  “tim pencarian pembusukan” dan tanpa basa-basi menuduh orang lain sebagai pelakunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pembusukan tersebut mencapai titik yang dominan, maka diam itu adalah dosa! “jika kamu melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tanganmu, apabila tidak mampu maka rubahlah dengan lidahmu, jika tidak mampu maka dengan hatimu, dan itulah selemah-lemahnya iman” sabda Nabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita mesti terbebani untuk melakukan perubahan baik dengan tangan maupun lisan?. Logika sederhananya, jika kita melihat orang yang buang sampah disembarang tempat, walaupun itu di got atau dikolong rumahnya sendiri, kemudian kita hanya diam dengan alasan, itu kan hak atau urusannya mereka, maka apabila terjadi banjir, apakah banjir tersebut hanya akan menimpa orang yang membuang sampah tadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ath-Thabrani, Rasululah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa masyarakat umum karena perbuatan orang-orang tertentu hingga masyarakat umum melihat kemungkaran di hadapan mereka, sedangkan mereka mampu mengingkarinya, tetapi mereka tidak mengingkarinya. Jika mereka berbuat demikian, Allah pasti akan menyiksa masyarakat umum dan orang-orang tertentu itu”&lt;br /&gt;Oleh karena itu, masyarakat secara umum harus berusaha sekuat mungkin dan sungguh-sungguh untuk mencegah dan menghalangi segala jenis perilaku “pembusukan”. Masyarakat harus meningkatkan intensitas amar ma’ruf nahi mungkar baik dalam hal kualitas ketegasan maupun kuantitasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan, Momentum menuju titik fitri&lt;br /&gt;Setelah sekian lama berbusuk-busuk ria, marilah kita bersama-sama mandi dan menyabuni diri di telaga Ramadhan. Walau idealnya, untuk mandi dan menyabuni diri tidak perlu harus menunggu datangnya bulan Ramadhan karena pintu magfirah Allah selalu terbuka lebar untuk hambanya yang mau bertobat dan menyerahkan diri. Dan kita sungguh sangat lemah dan tak berdaya walau sekedar menentukan apakah usia kita masih bisa sampai kepada ramadhan berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang tidak habis pikir, kenapa setelah kita mensucikan diri di bulan Ramadhan, kita harus mencemplungkan diri kita lagi ke comberan kehidupan? Kenapa kehidupan yang demikian yang menjadi pilihan kita?  Sedangkan jalan yang lurus dan di ridhai Allah masih terbentang luas? Apakah keruwetan hidup telah memuaikan dan melelehka keimanan kita, juga kemanusiaan kita sehingga kita tidak mampu lagi membedakan mana yang harum mana yang busuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah Ahsanu At-taqwiim  (sebaik-baik makhluk), dan kita sendiri yang memilih untuk menghempaskan diri kedalan status asfala saafiliin (sejelek-jelek makhluk) dan bahkan kal an’aam bal Adhollun (seperti binatang, bahkan lebih jelek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merenungi kembali bencana-yang menimpa kita yang sepertinya sangat komplit. Tidak hanya bersentuhan dengan salah satu sisi kehidupan saja, tetapi hampir menyentuh semua sisi kehidupan. Mulai dari bencana alam (kekeringan, kebakaran hutan, banjir daan sebagainya), bencana kecelakaan, bencana ekonomi-keuangan (krisis yang berkepanjangan, harga barang yang semakin melonjak), bencana sosial (kerusuhan-kerusuhan), bencana politik, bencana budaya ( makin dominannya budaya hedonisme, materialistik, sekularistik dan sebagainya), bencana hukum (ketidakadilan, keriminalitas yang semakin meningkat), seharusnya membuat mata kesadaran kita terbuka. Karena apabila hal tersebut belum juga mampu membangunkan kesadaran kita, maka teguran Allah bukan lagi berupa “cubitan”, bukankah kadang manusia dipenthung dulu baru sadar? Dan apabila hal itu betul-betul terjadi, kita hanya bisa melongo dan berkata,” Kog bisa begini?”. Terlambat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ramadhan, 13 oktober 2004)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111210377225563927?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111210377225563927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111210377225563927&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111210377225563927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111210377225563927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/03/pemubusukan.html' title='pemubusukan'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111210196179070060</id><published>2005-03-25T03:43:00.033-08:00</published><updated>2005-03-29T05:12:41.796-08:00</updated><title type='text'>Menyeberang Samudra Tanpa Bahtera</title><content type='html'>Menyeberang Samudra Tanpa Bahtera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan Islam telah lama dicanangkan. Namun, perumusannya boleh dikatakan tetap simpang siur, termasuk apa hakikat kebangkitan Islam itu, bagaimana mencapainya, dan darimana memulainya. Sebagian kalangan memandang kebangkitan Islam harus dimulai dengan dari kebangkitan akhlak, sebagian lain menunjuk kebangkitan ekonomi; Sebagian lagi berkeyakinan bahwa kebangkitan Islam harus dimulai dari sekaligus dicirikan oleh kebangkitan tekhnologi, dan lain-lain.&lt;br /&gt;  Sementara itu dalam realita di masyarakat banyak kita jumpai elemen umat yang sudah dan tengah mengusahakan kebangkitan umat berdasarkan visi, persepsi, dan orientasi masing-masing. Tetapi, tidak jarang usaha mereka justru kontraprodiktif dengan kebangkitan Islam itu sendiri.&lt;br /&gt; Saya sependapat dengan yang dinyatakan  Dr. Ing. H. Fahmi Amhar, seorang peneliti senior pada Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakorsurtanal), yang juga merupakan dosen luar biasa pada pascasarjana IPB dan Univ. Pramadina. Bahwa kebangkitan umat Islam atau umat Islam dikatakan mengalami kebangkitan bila umat iIslam secara real tidak lagi terjajah, politik mereka benar-benar independent, ekonomi mereka tidak dijerat hutang, hokum mereka bukan hukum imitqsi warisan penjajah, dan budaya mereka tidak membebek pada orang-orang kafir.&lt;br /&gt; Tidak bisa dipungkiri untuk mewujudkan sebuak kebangkitan haruslah diawali dari kebangkitan cara berfikir umat Islam  sendiri. Apalagi sebenarnya potensi kebangkitan yang ada di tengah umat Islam saat ini boleh dikatakan besar. Dari rahim umat Islam sedunia sudah lahir berjuta-juta muslim yang memiliki potensi besar, baik sebagai ulama, saintis, teknokrat, ataupun industriawan. &lt;br /&gt;Sayangnya, ibarat sapu lidi, mereka seperti lidi yang bertebaran, tidak diikat agar bisa digunakan secara efektif. Sebagian besar dari mereka justru berkiprah di nereri-negeri Barat seperti Jerman, Prancis, Inggris, AS, dan Jepang. Mereka dikirim kesana untuk belajar sampai meraih PhD. Kemudian mendapati bahwa situasi dan kondisi negeri asal mereka belum siap untuk menggunakan keahlian mereka. Akhirnya mereka memetap di sana. Merekalah yang membuat pesawat di jerman, reactor nuklir di Inggris, atau satelit di AS.&lt;br /&gt;Sesungguhnya peluang bagi kebangkitan umat Islam adalah besar. Saat ini kreadibilitas Barat, terutama AS semakin turun. Mereka tidak konsisten dengan jargon-jargonnya sendiri seperti demokrasi, HAM, dan lain-lain. Untuk jangka panjang mereka juga membahayakan masa depan mereka sendiri, dengan kerusakan ekologi,yang sangat parah di planet ini, akibat ketamakan ideologi mereka. Hubungan sosial di dalam masyarakat mereka juga amat rapuh.&lt;br /&gt;Namun., walau peluang untuk menuju kebangkitan besar, tetapi tantangannya juga tak kurang besar. Dari segala lini, umat Islam sudah di gempur. Sudah berpuluh tahun kepada mereka dicekokkan pendidikan sekular, ekonomi ribawi, budaya ‘membebek’, bahkan kepercayaan yang sinkretis (semua agama sama). Para kapitalis tidak rela keeeepentingan kapitalistik-egoistiknya di masa depan tergugat oleh bangkitnya umat Islam. Karena itu mereka mengerahkan segala cara untuk menghadang Islam ideologis yang mereka ketahui memiliki potensi sangat besaruntuk membawa umat Islam kepada kebangkitan. Sehingga setiap gerakan. Orang yang bersikukuh memperjuangkan ideology Islam mereka tuduh teroris. &lt;br /&gt;Di lain pihak, umat Islam sendiri ketika melihat kemajuan tekhnologi Barat yang memang maju pesat, lantas berpendapat kalau umat Islam hanya akan bangkit dengan tekhnologi. Bagi kalangan ini, kemajuan tewkhnologi adalah syarat sebuah kebangkitan. Padahal  sebenarnya tekhnologi bukan syarat kebangkitan.. Karena dimanapun tekhnologi lebih sebagai produk dari proses sosial yang telah berhasil. Walau begitu tekhnologi jelas memiliki peran dalam proses kebangkitan. Sebab meski bukan yang paling mendasar, tekhnologi bisa menjadi titik masuk yang baik untuk dakwah kebangkitan Islam. Eropa sendiri baru  menelurkan banyak penemuan teknologi setelah konflik (penguasa) negara dengan (kalangan) agama mereda. Demikian juga, Amerika baru menyusul ketertinggalan tekhnologinya setelah perang saudara yang melelahkan berakhir.&lt;br /&gt;Dalam sejarah Islam, pada masa peradaban Islam memimpin dunia dan ilmuan Islam bermunculan khilafah menempuh strategi tiga jalur sekaligus untuk memajukan tekhnologi;  Kesadaran  individu kultrural,dan sruktural. &lt;br /&gt;Pada level individu ditanamkan ajaran Islam yang mencintai ilmu dam memerangi takhayul, serta bahwa bila ada sustu kewajiban  tidak sempurna kecuali dengan Sesuatu, maka Sesutu itupun menjadi wajib. Dan sesuatu ini bisa tekhnologi. Misal, jihad hukumnya wajib. Jihad tidak akan sempurna bila tekhnologi pendukung tidak ada maka kaum muslim lalu mengembangkan astronomi (untuk menavigasi armada laut), kedokteran (untuk mengobati mujahidin yang terluka), atau kimia (untuk bikin mesiu / senjata), dsb. Bisa disimpulkan dalam hal tekhnologi khi;afah akan memacu dan mengembangkan inisiatif dan kreativitas individu untuk kemajuan tekhnologi. &lt;br /&gt;Pada level kultutral, disemai opini  bahwa menjadi saintis dan teknokrat itu terhormat, baik secara duniawi maupun ukhrawi. Tinta ilmuwan itu, sama beratnya dengan darah syuhada. Walhasil,rakyat jelata lebih mengagumi  para ilmuwan, saints, atau teknokrat, dari pada artis atau penyanyi dangdut. Para hartawan pun belum puas sebelum “jor-joran” untuk kemajuan tekhnologi. Mereka wakaf perpustakaan, lab, atau observatorium, lengkap dengan membayar tenaga ahlinya.&lt;br /&gt;Kebijakan pada level individu dan kultural itu tentunya harus didukung  strategi ketiga, yaitu  pada level structural negara. Pada level ini, negara jelas sangat berperan. Amerika saja bisa sangat maju kartena negara memberi stimulus yang luar  biasa. Tekhnologi computer, ponsel, dan internet, semula dikembangkan untuk keperluan petahanan. Dalam negara khilafah, negara sponsor pengembangan jenis tekhnologi  yang perlu pethatian lebih. Para ulama  atau saints digaji, sekolah-sekolah unggulan dibuka gratis. Ini persis, seperti  yang dilakukan  Jerman saat ini, di mana sekolah  sampai PhD juga gratis.                        &lt;br /&gt;Walau tekhnologi Umat Islam saat ini tidak semaju Amerika atau Jepang, kaum muslim tetap mampu bangkit melawan musuh-musuh yang menghalangi. Karena masalah sebenarnya terletak pada manusia-manusianya. Tekhnologi bisa dihancurkan dalam sekejap atau dihabisi pelan-pelan dengan embargo.  Tetapi kalau yang dimiliki adalah sumberdaya insani yang kuat akidahnya, teguh menggenggam mabda (ideology) islam, dan istiqomah melaksanakan segala perintah syariat yang merupakan konsekuensi mabda dalam waktu singkat kaum muslim bisa menyusul  ketertinggalan tekhnologi.&lt;br /&gt;Sejarah masa lalu telah membuktikan ini. Misalnya, dulu tekhnologi Rasulullah jauh di bawah Romawi dan Persia. Tetapi, para Sahabat Rasulullah di bawah naungan sistewm khilafah lkemudian terbakar oleh mabda Islam yang memerintahkan untuk menuntut ilmu, walaupun sampai ke negeri China. Maka Jadi, persoalannya bukan , “Where are you?”, namun “Where we are going to ?” Bukan tekhnologi yang tersedia di dunia Islam sekarang, namun tekhnologi yang akan dikuasai setelah kebangkitan.&lt;br /&gt; Kebangkitan baru bias dimulai bila taraf berfikir umat telah mengalami kebangkitan. Lalu dijadikan pikiran-pikiran yang bangkit itu menjadi opini umum. Kemudian opini umum tersebut akan menjadi perasaan umum yang menyatukan masyarakat. Setelah itu, tinggal mencari kekuatan yang mampu melindungi, menjadi wadah penerapan seluruh syari’at Islam, baik politik ekonomi, pendidikan dan pengembangan teknologi yaitu berupa institusi khilafah. Insyaallah setelah itu kebangkitan akan diraih Islam dan kaum muslim. &lt;br /&gt; Jadi mungkinkah Islam bangkit tanpa sebuah institusi khilafah? Jawabnya adalah: Sulit!. Sama sulitnya membayangkan orang berdiri tanpa kaki atau berenang menyeberangi samudra tanpa bahtera.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111210196179070060?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111210196179070060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111210196179070060&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111210196179070060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111210196179070060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/03/menyeberang-samudra-tanpa-bahtera.html' title='Menyeberang Samudra Tanpa Bahtera'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111210160610743588</id><published>2005-03-25T03:43:00.031-08:00</published><updated>2005-03-29T05:06:46.116-08:00</updated><title type='text'>Refleksi</title><content type='html'>Silmi Kaffah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga anak kecil bersama bapak dan ibunya  berdiri mematung memandangi  bangunan yang telah menjadi puing di depannya. Bangunan yang dulu megah dan kokoh kini telah rata dengan tanah. Suatu kenyataan pahit yang harus mereka terima.&lt;br /&gt;“Kemana kita pergi sekarang, Pa?” Anak yang paling sulung bertanya.&lt;br /&gt;“Kita tetap di sini, Nak”&lt;br /&gt;“Di tempat ini?”&lt;br /&gt;“Ya!” Jawab bapaknya mantap.&lt;br /&gt;“Dengan keadaan seperti ini?”&lt;br /&gt;Ayahnya mengangguk.&lt;br /&gt;“ Kenapa kita tidak menumpang ditempat orang, Pa”&lt;br /&gt;Laki-laki berumur sekitar 45 tahun itu  menatap anak sulungnya yang bertanya tadi kemudian memegang bahu anaknya dan berkata lembut,” sejak kapan Bapak mengajarimu menjadi cengeng? Lihatlah bangunan yang telah runtuh itu. Kita masih bisa membangunnya kembali, walau untuk sementara tidak sekokoh dulu, tapi suatau saat kita bisa merenovasinya menjadi bangunan yang megah dan indah yang kembali dapat menanungi kita semua. &lt;br /&gt;“Mungkinkah itu, Pa?” Mata itu menatap bapaknya tak percaya. Bapaknya mengangguk dan tersenyum.&lt;br /&gt;“Tinggal ditempat sederhana itu lebih baik dari pada tinggal ditempat yang bagus tapi numpang.”&lt;br /&gt;Wajar jika anak tadi bertanya tentang ketidak mungkinan itu.  Puing-puing didepannya semakin meyakinkannya bahwa impiannya bapaknya terlalu indah untuk diwujudkan. Ia menganggap bahwa kata-kata bapaknya hanya sekedar untuk menghiburnya. Anak itu tidak pernah tahu bahwa bapaknya masih punya simpanan uang untuk dapat membangun kembali rumah mereka walaupun tidak sekokoh dulu. Tapi setidaknya bapaknya telah mengajarkan kepada anaknya untuk tidak mudah berputus asa, berfikiran skeptis dan terlalu bersandarkan  kepada realitas. Sesuatu bisa aja mungkin selama kita mau berusaha. Yang tidak mungkin apabila kita hanya tidur dan pasrah pada nasib.  Percayalah bahwa LANGKAH KE SERIBU SELALU DI MULAI DENGAN LANGKAH PERTAMA!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;Barangkali kawan akan bertanya apa maksud saya mengawali tulisan ini dengan analogi seperti di atas?. Jujur, saya hanya ingin menyuguhkan  kenyataan yang tak kalah pahitnya dari realitas tersebut yaitu bahwa Umat Islam dulu pernah memiliki sebuah “rumah” yang megah dan kokoh yang menaungi seluruh umat Islam. Tapi apa yang terjadi sekarang? “Rumah” itu telah 81 tahun runtuh sejak runtuhnya Turki Utmani, yang kejadiannya tepat pada tanggal 3 Maret 1924. Yang tak kalah pahitnya lagi (lebih pahit dari oseng-oseng pare) adalah sebagian besar umat Islam tidak mengetahui hal ini. Dari polling yang dilakukan oleh kru Positip ternyata hampir 99% tidak mengetahui apa yang terjadi pada tanggal 3 Maret 1924. Menyedihkan banget kan? &lt;br /&gt;Oh…Kawan bangunlah….matahari telah tinggi. Hapuslah iler kalian, Preteli belek-belek yang menutupi pandangan kalian dan kemudian  bukalah jendela kamarmu dan lihatlah apa yang terjadi di luar sana!!!. Maka saya yakin kalian akan kaget melihat kenyataan bahwa sekarang UMAT ISLAM DI JAJAH!!! UMAT ISLAM YANG BANYAKNYA LAKSANA BUIH DI LAUTAN TELAH DI MAMAH DENGAN RAKUS OLEH UMAT LAIN SEBAGAIMANA ANJING-ANJING YANG MENGELILINGI HIDANGAN. &lt;br /&gt;Kalian belum juga menyadarinya? Wah payah banget! Terlalu! &lt;br /&gt;Kalau memang demikian yang kawan alami,  maka segeralah kawan cuci muka berwudlu dan tersungkurlah, beristigfar mohon ampunan kepada Sang Ilahi, karena kalian telah lama tertidur dan betul-betul tidak tahu lagi apa yang terjadi dengan nasib Umat Islam sekarang. Mohon ampunlah, karena Rasul junjungan kita telah bersabda bahwa barang siapa yang ketika bangun pagi tetapi tidak memikirkan nasib umatku, maka bukan termasuk golonganku.&lt;br /&gt;Camkanlah kawan, kemana lagi kita mencari tempat perlindungan, tempat untuk di mohonkan syafaat kalau bukan kepada baginda Rasulullah. Tapi apa yang dapat kita lakukan ketika Rasulullah tidak mengakui kita sebagai umatnya? &lt;br /&gt;Hiksss…(terdengar isak tangis di pojok sana)&lt;br /&gt;udah..udah…bukan saatnya menyesali diri.  Saatnya sekarang kita buka mata, buka telinga, buka hati dan kemudian dengan berbekal potensi yang ada dalam diri kita bersama dalam satu barisan untuk kembali mengangkat derajat kaum muslimin di mata dunia sebagai umat terbaik. Gimana? Siap?!!! (Siap boss!) Nah gitu dong. Ini baru generasi militan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt; Kawan, fakta tentang begitu mengenaskannya nasib kaum muslimin berceceran di mana-mana. Yang baru-baru ini yang masih segar bugar dalam ingatan kita adalah infasi Amerika terhadap Irak di susul kemudian Iran. Kekejaman yahudi terhadap saudara kita di palestina, afganistan dan  Negri-negeri muslim lainnya. Tak terhitung berapa gallon sudah darah yang tumpah dari saudara kita kaum muslimin. Berapa Drum sudah air mata yang terkuras dari ayah yang ditinggal anaknya,dari ibu yang di tinggal buah hatinya, dari  suami yang di tinggal istrinya, dari istri yang ditinggal suaminya. Sungguh tak terhitung kawan!&lt;br /&gt; Di Indonesia sendiri pegimane? Eiiit…Jangan dikira aman dulu. Kalau kawan menyangka bahwa Indonesia bebas dari “penjajahan” Kaum kafir imprealis, berarti kawan salah besar (Maaf atas vonis ini). Kaum kafir imprealis (As dan konco-konco setianya) telah mencengkramkan taringnya di Indonesia dengan melalui jeratan utang. Berapa utang kita?  $83,5 miliar Man (Rp. 616,63 triliun)! Itu adalah jumlah yang sangat besar (apalagi dibandingkan dengan kita yang masih di subsidi oleh ortu). Nah, dengan utang itu mereka dengan enaknya  mendikte Indonesia (pemerintahnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt; Dalam sebuah diskusi dengan teman-teman di sebuah kedai kopi tak jauh dari kos kami terlibat pembicaraan seru. Intinya ialah sikap skeptis mereka terhadap perkataan saya yang mengatakan bahwa hanya dengan suatu khilafah (Daulah Islamiyah) Islam dapat diterapkan secara totalitas (kaffah). Menurut saya (dalam diskusi tersebut) adalah sutu kebohongan besar jika kita menginginkan kelanjutan kehidupan Islam yang mencakup seluruh sendi kehidupan jika kita masih hidup dalam system kufur produk otak udang manusia.&lt;br /&gt; Diantara argument yang dilontarkan untuk menolak system khilafah adalah alas an sejarah. Sejarah Khilafah digambarkan sebagai fragmen kehidupan yang penuh darah, kekacauan, dan konflik. khalifah yang otoriter dan diktator, pembunuhan yang terjadi pada masa khulafaur-rasyidin , dan perlakuan Islam yang diskriminatif terhadap non-Muslim dan Wanita. (Jujur pernyataan ini juga yang saya lontarkan ketika pikiran-pikiran saya masih di selimuti virus realitas zaman  kepada pemateri dalam kajian Islam kontemporer yang diadakan rutin oleh LDK Unlam, dari jawaban pemateri itulah  kemudian saya bisa menjawab pertanyaan teman saya dalam diskusi di warung kopi saat itu, saat hujan mengguyur Banjarmasin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat media jelek ini (dengan segala keterbatasan saya tentunya, juga keterbatasan space yang diberikan kepada saya ) saya mencoba menjelaskan bahwa ada beberapa kesalahan mendasar dari argumentasi di atas, Pertama, kesalahan dalam menempatkan posisi sejarah Islam. Perlu diketahui bahwa kewajiban menegakkan khilafah bukanlah didasarkan pada argumentasi sejarah. Artinya sejarah bukanlah dalil untuk menerima atau menolak system khilafah. Dalam Islam yang menjadi dalil syari’at adalah al_qur’an, as-Sunnah, Ijma’ Sahabat dan Qiyas. Karena itu kewajiban Khalifah haruslah merujuk pada empat dalil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan berarti kenyataan sejarah tidak ada artinya sama sekali. Kita juga diharuskan untuk menengok sejarah masa lalu untuk dapat digunakan sebagai perenungan. Dari sejarah kita mengetahui apakah hukum-hukum syari’at Islam tersebut telah dilaksanakan atau tidak; apa akibat kalau hukum-hukum syari’at tesebut tidak dilaksanakan. Sebab, manusia sebagai pelaku hukum-hukum syari’at adalah tempat salah dan khilaf begitu juga dengan para khalifah. Satu-satunya yang ma’shum yang tidak mungkin keliru adalah para Nabi dan Rasulullah.&lt;br /&gt; “Intrupsi…kalau gitu dalam penerapan system sekuler pun (system kapitalis atau sosialis dengan sistem cabangnya yang berupa Demokrasi, HAM, Pancasila de el el) itu juga tidak salah. Yang salah adalah orangnya,  bukan sistemnya”&lt;br /&gt; “Hmm.. gitu ya? Maaf, boleh saya lanjutkan dulu penjelasan saya, baru saya jawab pertanyaan Anda?”&lt;br /&gt; “Yup”&lt;br /&gt; (Menarik nafas panjang sambil menyeruput teh hangat ) Oh, ya sampai di mana tadi penjelasannya?”&lt;br /&gt; “tentang kesalahan mendasar dari argumentasi penolakan mereka terhadap system khilafah”&lt;br /&gt; Okey saya lanjutkan, sebagai system yang dipraktekkan oleh manusia, system khilafah adalah system politik yang manusiawi. Karena itu, dalam berbagai praktik system khilafah, bisa saja terjadi kekeliruan. Namun yang penting dicatat di sini adalah bahwa penyimpangan yang dilakukan oleh khalifah atau pejabat Negara, bukan berarti menunjukkan bahwa system khilafahna salah dan keliru. Tidaklah relevan menyalahkan system yang ideal dengan melihat kesalahan dari pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana adalah memandang Islam sebagai agama yang buruk hanya karena melihat prilaku sebagian para pemeluknya saat ini. Di Indonesia, misalnya, pembunuh, pemerkosa, garong, koruptor banyak yang berlebel Islam, tapi apakah itu berarti bahwa Islam menganjurkan untuk membunuh, memperkosa, mencuri, menyabet milik orang lain yang bukan haknya, korup dan sebagainya? Tentu tidak kan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, kita jangan terjebak pada generalisasi. Maksudnya, menyimpulkan bahwa system khilafah sebagai system yang buruk hanya dengan mengungkap beberapa fakta sejarah. Beberapa fakta sejarah tentang sikap Khalifah  tidaklah mencerminkan keseluruhan dari system khilafah tersebut. Apalagi yang dilakukan oleh khalifah tersebut adalah bentuk penyimpangan dari system khilafah yang benar. Tentu keliru menggambarkan masa pemerintahan Bani Umayah dengan hanya memfokuskan sejarah seorang Yazid atau menggambarkan masa pemerintahan Bani Abbas hanya dengan mengambil sebagian peristiwa dan tingkah laku para khalifahnya. Apalagi yang menjadi fakta sejarah adalah buku-buku sejarah yang dibuat oleh musuh-musuh Islam yang nyata kebenciannya terhadap Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ‘Gimana? Kamu setuju?” &lt;br /&gt; “Kamu belum menjawab pertanyaanku, kawan,”&lt;br /&gt; “Oh, tentang system sekuler. kawan percaya dengan ungkapan bahwa yang salah dari system itu hanyalah pelakunya? Bukan sistemnya?”&lt;br /&gt; “yup,”&lt;br /&gt; “Apa landasan kawan mengatakan demikian?”&lt;br /&gt; Sejenak dia terdiam menatap cicak dengan ekor terputus yang sedang melintas.&lt;br /&gt; Setelah menyeruput teh yang mulai dingin aku mulai angkat bicara lagi. Ku tatap manik-manik matanya. &lt;br /&gt;“Kalau kawan tidak mempunyai landasan yang membenarkan argumen anda bahwa system sekuler hanyalah kesalahan pelakunya bukan sistemnya, berati argumen anda lemah. Kalau saya selama napas belum lepas dari ubun-ubun tetap tidak akan sudi berteduh di bawah system sekuler kapitalis yang nyata-nyata tidak pernah memberi keteduha itu”&lt;br /&gt;“Kamu terlalu berteori kawan, coba terangkan alasan yang masuk akal”&lt;br /&gt;“okey, (kembali kutatap manik-manik matanya). Yang membuat system sekuler itu siapa?” manusia kan? Bagaimana mungkin kawan mengimani system buatan manusia yang tempat bercokolnya salah dan khilaf, yang pengetahuan hanya seupil dibandingkan dengan ilmu Allah?”&lt;br /&gt;Sepi&lt;br /&gt;“Bagaimana mungkin seorang manusia bisa membuat aturan tentang manusia sebumi, sedangkan dia sendiri terikat oleh waktu dan ruang. Akalnya terbatas, dan indranya hanya mampu menjangkau jarak berapa meter?&lt;br /&gt;Dingin&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin seorang manusia bisa membuat aturan yang sempuna, sedangkan dirinya sendiri terkungkung oleh sejuta keterbatasan?”&lt;br /&gt;Gerimis mulai turun satu persatu.&lt;br /&gt;“Setolol-tololnya orang yang membuat aturan tadi, masih lebih tolol yang membebek aturan tersebut”&lt;br /&gt;Dia tersentak, mukanya memerah. &lt;br /&gt;Maaf, kawan….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111210160610743588?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111210160610743588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111210160610743588&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111210160610743588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111210160610743588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/03/refleksi.html' title='Refleksi'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111210118513148924</id><published>2005-03-25T03:43:00.029-08:00</published><updated>2005-03-29T04:59:45.140-08:00</updated><title type='text'>karena kita bukan kodok</title><content type='html'>KARENA KITA BUKAN KODOK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silmi Kaffah&lt;br /&gt;Aktifis FSI Al-Furqan FKIP UNLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kodok yang terus menerus merasa asyik berkubang dalam panci walau panci itu berisi air yang mendidih terjerang panas. Sungguh, betapa malanganya kita jika bangga menjadi warga kodok yang tidak siap menghadapi gelombang perubahan (Setiawan Djody)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak perlu takut dengan perubahan. Karena kehidupan tidak pernah stagnan. Selalu bergerak tanpa mampu kita cegah. Dari zaman primitif-tradisional, industri-modern, dan kemudian kita akan memasuki masa post industrial, gelombang ketiga, dan yang paling menggemparkan adalah globalisasi. Dan kita pun bakal memasuki era post capitalism, post structuralism, post modernism yang kita kenal dengan posmo (mengutip berbagai pendapat kaum futuristik Daniell Bell, Alvin Toffler, dan John Naisbitt). Ah..sepertinya hidup selalu bergerak linier, dan tidak memberikan kesempatan bagi kita untuk menoleh ke belakang. Padahal itu perlu, setidaknya untuk renungan. &lt;br /&gt;Dari perubahan-perubahan yang meledak-ledak ini,  saya sendiri sering mempertanyakan : What change? Perubahan yang sekedar berubah  inikah yang sejatinya di sebut perubahan? &lt;br /&gt;Apa pun jawabannya,  perubahan adalah keniscayaan! Seperti peristiwa yang digambarkan dalam teori  catastropy pada ilmu matematika.&lt;br /&gt;Pertanyaan sentral sekarang adalah: Dimana peran umat Islam di tengah-tengah perubahan yang menimbulkan ledakan-ledakan sejarah tersebut?&lt;br /&gt;“Sebagai pecundang!” Celetuk Ceplik yang tiba-tiba muncul dari balik tirai gerimis.&lt;br /&gt;Tentu tidak! Umat Islam pernah memegang kendali peradaban selama berabad-abad. Dan dunia mengakui (kalau mau jujur) betapa besar kontribusi umat Islam terhadap kemajuan peradaban.&lt;br /&gt;Timbulnya gerakan kebangkitan kembali (renaissance) yang terjadi pada abad ke –14 tidak bisa lepas dari pengaruh Islam yang mulai memasuki wilayah Eropa. Orang-orang Islam berhasil menyelamatkan pusaka Yunani, dipelihara lalu diterjemahkan ke bahasa Arab. Dari bahasa Arab kemudian diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Spanyol.  Dengan berpusat di Spanyol, kebudayaan dan ilmu pengetahuan Islam bergerak mempengaruhi kehidupan Eropa. Maka terjadilah kebangkitan kembali Eropa. Kebangkitan menuju dunia ilmu pengetahuan yang maju serta tata budaya yang tinggi.&lt;br /&gt;Rasionalisme pada abad ke –17 dengan tokohnya Rene Descartes dan John Locke, dan Pencerahan Baru atau Aufklarung pada abad ke-18 dengan dedengkotnya Voltaire, Montesque, Leibniz dan lain-lain semuanya adalah akibat dari penggalian kembali pusaka yunani oleh Islam. Eropa mengenal  Khazanah ilmu filsafat Yunani adalah dari terjemahan-terjemahan Arab. Bukan itu saja, tapi Eropa bangkit juga karena pengaruh pemikiran murni muslimin Arab yang masuk bersama terjemahan-terjemahan tersebut.&lt;br /&gt;Terhadap kontribusi besar yang diberikan Islam, Eropa telah bersikap tidak jujur kepada dirinya sendiri dan juga kepada dunia tentang sumber-sumber peradaban dunia modern yang dibangunnya. Padahal industri mustahil tanpa ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan ilmu pengetahuan dan teknologi mustahil tanpa induksi-deduksi dan metode percobaan yang datang dari Islam.&lt;br /&gt;Tapi tidaklah semua orang Barat bungkam mengenai kebajikan-kebajikan Islam. Pujangga besar Percy Bysshe Shelly dan George Bernard shaw dari Inggris serta Johan Wolgang Von Goethe serta banyak lagi yang lain, termasuk Napoleon Bonaparate, telah jujur mengakui kebajikan-kebajikan Islam.&lt;br /&gt;Napoleon Bonaparte bahkan dengan lantang bilang,” selama abad-abad pertengahan, sejarah Islam adalah sejarah peradaban sepenuhnya. Berkat keuletan kaum musliminlah maka ilmu pengetahuan dan falsafah yunani tertolong dari kebinasaan, dan kemudian datang membangunkan dunia barat serta membangkitkan gerakan intelektual sampai pada pembaharuan Bacon. Pada  abad ke –7, ketika Dunia Lama itu sedang dalam sakaratul maut, Islam datang memberikan darah baru. Muhammad memberikan kepada mereka sebuah Qur’an yang merupakan titik tolak ke arah dunia baru”. Wow, mereka aja mengakuinya, kenapa kita malah gak pede dengan status keislaman kita?!&lt;br /&gt;“Alaaaahh….bukan saatnya bernostalgia, Neng! Sekarang kondisi umat Islam gaimana? Tak lebih seperti ‘roti sandwich’ terhimpit di antara kekuatan raksasa, kapitalisme modern dan komunisme modern, tanpa bisa berbuat apa-apa. Pun untuk keluar dari himpitan tersebut. Anehnya lagi , mereka bahkan betah” Lagi-lagi Ceplik nyeletuk tanpa di minta.&lt;br /&gt;Jujur, saya mengakui bahwa ceplik benar (mudah-mudahan dia tidak geer) Kenyataan pahit yang harus kita akui memang. Kondisi umat Islam sekarang tak lebih seperti ‘roti sandwich’. Terjepit!. Umat Islam terpuruk ke lembah yang sangat dalam karena telah menanggalkan ajaran agamanya, dan memisahkannya dari kehidupan. Mereka memilih untuk menjadi robot girang (the cheerful robot) yang bergerak mengikuti irama gendang yang ditabuh Barat. Memilih untuk membebek sabda pemikiran-pemikiran jahiliyah modern dan mengadopsinya menjadi pandangan hidup tanpa reserve. Menyedihkan!&lt;br /&gt;“Melihat kenyataan yang demikian apa yang harus dilakukan umat Islam? Berdiam diri dan menjadikan kejayaan Islam dulu hanya sebagai kenangan sejarah? “.&lt;br /&gt;Tentu tidak! Berjuang untuk membangkitkan kembali pilar-pilar Islam yang dulu pernah berdiri kokoh adalah suatu keharusan. Dan umat Islam kembali memegang kendali sejarah.&lt;br /&gt;“Tapi kapaaaan, ?”  &lt;br /&gt;Segera!&lt;br /&gt;“Caranyaaaa?”&lt;br /&gt;“Waduh, sabar dong ceplik!” &lt;br /&gt;Ceplik nyengir sambil terus mengunyah singkong goring.&lt;br /&gt;Yah, tentu saja dengan membongkar pemikiran-pemikiran sekuler yang telah dicekoki kaum kafir imprealis kepada umat Islam.dan  membangun kesadaran umat untuk kembali ke ajaran agamanya secara totalitas seperti firman Allah “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah mengikuti langkah-langkah syaitan, sebab sesungguhnya syaitan musuh yang nyata bagi kalian (TQS. Al-Baqarah (2):208) dan &lt;br /&gt;“Huh…teorimu”. &lt;br /&gt;Maaf kawan, bukan maksudku beretorika atau apapun. Saya hanya ingin memaparkan fakta barangkali masih ada sedikit keinginan dari umat Islam untuk bercermin, dan kemudian menyadari betapa mengenaskannya “tubuh” umat Islam sekarang.&lt;br /&gt;Tubuh ummat Islam yang diibaratkan satu tubuh, kal jasadil wahidi, kata Rasul, kini telah tercabik-cabik menjadi keratan-keratan kecil. Kaum muslimin yang dahulunya hanya memiliki satu kepemimpinan dalam daulah khilafah Islamiyah kini dipecah-pecah oleh kafir imprealis menjadi dunia Arab dan dunia muslim non Arab. Dunia arab kemudian disayat-sayat menjadi 23 negara. Sementara itu dunia Islam di kerat-kerat menjadi belasan negara kecil-kecil. Negara yang kecil-kecil itupun disuwir-suwir lagi. Contohnya, Melayu dipecah menjadi Malaysia dan Indonesia. Malaysia pun dipecah lagi menjadi Malaysia dan Singapura. Di Indonesia sendiri, gema  separatis masih terdengar di mana-mana. Aceh dan Maluku. Timor timur sudah lepas. Akibatnya adalah umat Islam pun terpisah satu sama lain. Tersekat-sekat oleh negara dan paham nasionalismenya masing-masing. Umat Islam menjadi tidak perduli lagi dengan kondisi saudaranya di belahan bumi yang lain. Contoh kecil, saat muslim palestina terus digempur, rumah-rumah mereka digusur, beribu-ribu orang diusir dari tanah mereka sendiri, jamaah masjid dibantai saat menunaikan shalat subuh, dan perjanjian perdamaian hanyalah sebatas batu loncatan penuh penghianatan, pemerintah negeri kaum muslimin hanya diam membloonkan diri. “ Kita tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri negara lain” Alasannya. Bah!&lt;br /&gt;Jelasnya, dengan nasionalisme, persaudaraan antar muslim sangat dibelenggu oleh batas-batas hukum dan teritorial. Apa yang bisa dilakukan oleh tubuh yang telah tercabik-cabik? Tidak ada! Umat Islam yang laksana buih di lautan banyaknya tidak dapat berbuat apa-apa menghadapi kekejaman Israel-yahudi yang negaranya cuma seupil.&lt;br /&gt;Itu baru contoh kecil teror-teror kaum kafir imprealis yang diinjeksikan ke tubuh umat Islam. Contoh lain lagi, kapitalisme di bidang ekonomi yang menyebabkan umat Islam menjadi miskin di negaranya yang kaya raya. Karena kekayaan itu hanya dinikmati oleh segelintir orang saja, yaitu penguasa dan pemilik modal. Belum lagi pembaratan budaya yang membombardir kehidupan umat Islam, destruksi aqidah dan syari’at dan masih banyak lagi yang lain.&lt;br /&gt; Sekali lagi, berdiam diri bukan pilihan yang tepat. Karena itu adalah kepengecutan dan kekerdilan. Saatnya kita bangkit dan membangun kembali pilar-pilar Islam yang telah 81 tahun ambruk (setelah runtuhnya Turki Utsmani) menjadi bangunan yang kokoh yang dapat menaungi seluruh kaum muslimin dan seluruh umat manusia pada umumnya. &lt;br /&gt;“Mungkinkah?”&lt;br /&gt;Sangat mungkin, karena saya yakin kaum muslimin tanpa ragu akan memberikan tangannya, berangkulan pundak dan kemudian kita bersama-sama membangun kembali pilar Islam tersebut. &lt;br /&gt; Umat Islam adalah umat terbaik yang dilahirkan di muka bumi. Bukan umat bermental kodok yang terus merasa asyik berkubang dalam panci, walau panci itu berisi air terjerang panas. &lt;br /&gt;“Kamu menyindirku ya?”&lt;br /&gt;Maaf kawan, kebenaran harus disuarakan walau itu pahit. Bagi yang berhati,…renungkanlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada pilihan lain &lt;br /&gt;Kita harus berjalan terus &lt;br /&gt;Karena berhenti atau mundur &lt;br /&gt;Berarti hancur &lt;br /&gt;Apakah akan kita jual keyakinan kita &lt;br /&gt;Dalam pengabdian tanpa harga &lt;br /&gt;Akan maukah kita duduk satu meja &lt;br /&gt;Dengan para pembunuh tahun yang lalu &lt;br /&gt;Dalam setiap kalimat yang berakhiran &lt;br /&gt;"Duli Tuanku ?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada lagi pilihan lain &lt;br /&gt;Kita harus &lt;br /&gt;Berjalan terus &lt;br /&gt;Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan &lt;br /&gt;Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh &lt;br /&gt;Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara &lt;br /&gt;Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama &lt;br /&gt;Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka &lt;br /&gt;Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan &lt;br /&gt;Dan seribu pengeras suara yang hampa suara &lt;br /&gt;Tidak ada lagi pilihan lain &lt;br /&gt;Kita harus &lt;br /&gt;Berjalan terus. &lt;br /&gt;(Diambil dari buku Tirani dan Benteng)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;silmi_kaffah_bukan_pangeran_kodok&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111210118513148924?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111210118513148924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111210118513148924&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111210118513148924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111210118513148924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/03/karena-kita-bukan-kodok_25.html' title='karena kita bukan kodok'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111200889440814177</id><published>2005-03-25T03:43:00.004-08:00</published><updated>2005-03-28T03:21:34.416-08:00</updated><title type='text'>githu lho!!!</title><content type='html'>Kenapa? Geli sama judulnya? So what gitu lho?! Suka-suka saya yang nulis donk! Ok, saya memang ngga tau pasti, darimana, untuk apa, dan mau kemana kata itu diciptakan? Yang pasti, itu sebuah kata gaul. Yang menurut ABG, asyik aja gitu bila diucapkan. Seleb kan sering ngucapin “gitu lho”? Ngga pas jadi presenter, pas syuting, atawa di atas panggung. Lagipula, ngga hanya ABG deh yang ngefans sama kata yang satu ini? Ibu-ibu arisan juga, anak-anak ingusan juga, apalagi para waria, ya lho? Dan jangan heran kalo maknanya jadi samar, makna sebenarnya ngga lain adalah ucapan untuk menekankan argument. “Begitu!”, “Seperti itu”, en dalam Bahasa Metropolitan ada istilah “lho” (bukan “lo” yang kata tanya Bahasa Banjar itu) Akhirnya disingkatlah “begitu” menjadi “gitu”, mungkin adopsi Bahasa Betawi. Ditambah “lho”dan lahirlah istilah “Gitu lho” di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Dalam Bahasa Banjar “gitu lho” artinya “kayak itu nah”, jadi jelas kan kalo kata itu sebuah bentuk penekanan. So, apa yang kudu diributin mengenai kata ini. Hukumnya mubah menurut saya, asal niatnya menarik perhatian lawan bicara kita agar ngga terlalu serius. Makanya, sering saya lihat judul-judul kajian di akhwat akhir-akhir ini terbius “gitu lho” juga. Kata ini bisa jadi bencana, bila digunakan untuk mengumpat orang or membanggakan diri sendiri (ghurur) dengan kata-kata “Gue gitu lho”. But, it’s ok! Insya Allah kata yang satu ini juga akan hilang seiring waktu seperti slogan-slogan yang lain, semisal “Ok’s banget”, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mempopulerkan kata ini? Jawabnya simple aja, yaitu media. Saya ngga tertarik untuk menelaah siapa yang menciptakannya pertama kali. Saya hanya ingin mencari benang merah antara suatu kebiasaan dengan media, entah itu media cetak atawa massa, atawa internet. Yang pasti, semua bisa terkenal dan menjadi buah bibir bahkan menjelma menjadi stereotip (persepsi publik) di kalangan masyarakat apabila media berperan di dalamnya. Wajar, apabila seseorang ingin dirinya, ciptaannya, bahkan opininya bisa laku di pasaran, ia harus mengejar media, bahkan kalo bisa menguasainya. Tidak heran kalo para pengusung ideologi-ideologi maupun paham-paham di dunia, melirik media untuk kepentingannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Media diboking ideologi, kita ngga usah meragukannya lagi. Hal ini dibenarkan oleh Peter F Drucker bahwa saat ini lagi musim imprealisme gaya baru, yaitu penjajahan dalam bentuk perjanjian, fakta militer, kesepakatan damai, bantuan ekonomi, kesepakatan budaya, serta merebut kontrol terhadap pengetahuan dan alat-alat komunikasi. Bahkan, menurut Alvin Toffler, information power ini merupakan the highest quality power, lebih tinggi dari money power dan muscle power. Pakar komunikasi Wilbur Schramm pun mengakui bahwa saat ini memang terjadi monopoli dan orientasi media internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, jangan heran saudara-saudara, apabila kapitalisme, modernisme, westernisme, ingkluisme, plurarisme, materialisme, konsumerisme, liberalisme, dan hedonisme yang merupakan anak-cucu dari yang namanya sekulerisme ini lebih fasih di bibir umat islam saat ini daripada jihad, dakwah, syariat, bahkan ibadah. Well, pengusung ideologi kapitalis sudah menggenggam media di tangannya. Satu-satunya kunci keberhasilan mereka, mereka punya uang. Media hidup dari dan untuk uang. Mengalirlah uang dari tangan kapitalisator kepada pemilik media, asalkan yang dimuat media tersebut ngga bertentangan dengan kepentingan mereka. Jadilah, media yang semula diciptakan sebagai arus informasi ini berubah wujud menjadi ladang bisnis para kapitalis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, media di pasaran adalah misionernya kapitalis, dan saya sangat benci itu semua. Gimana ngga? Karena media, umat islam dihinakan di mata dunia bahkan membuat pemeluknya malu mengakuinya. Islam dikatakan sebagai agama yang kuno, memenjarakan perempuan dengan jilbab dan poligaminya. Media yang telah membuat teman-teman saya ikut AFI, menjual suara dan dirinya demi khayalan menjadi bintang terkenal. Karena media, adik saya jadi lebih mengenal Sinchan, Grush gear, Pokemon, Conan dan Kuuga dari pada Nabi Muhammad Saw yang umur 6 tahun sudah di tinggal ibunya dan Ali bin Abi Thalib yang merupakan sahabat termuda memeluk Islam. Karena media, ibu saya berharap rumahnya di ketuk Uang Kaget. Ah, saudara-saudara saya di Irak dan palestina dikaburkan keadaannya, diputarbalikkan faktanya, ratusan ribu syahid dan syahidah dianggap tak berharga dibandingkan satu atau dua orang tentara Amerika yang tewas. Ah, saya betul-betul benci keadaan seperti ini, di mana umat Islam betul-betul dijauhkan dengan Islam yang sebenarnya. Diperkenalkan Islam pada mereka hanya sebatas sholat, puasa, zakat, dan naik haji saja. Dijejali pikiran umat yang kebetulan mayoritas menengah ke bawah dengan materialisme, konsumerisme, hedonisme, sekulerisme dan isme-isme lainnya yang membuat mereka lupa pada Tuhannya. Kapitalis!!! Tunggulah kehancuranmu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita-kita pasti ingat pada zaman orde lama maupun orde baru dulu. Ketika media bungkam, yang ada hanya serial mingguan Unyil di stasiun televisi negeri yaitu TVRI. Baru setelah pemerintahan Habibi kebebasan pers menuntut Departemen Penerangan. Sehingga, pas Pemerintahan Gus Dur dan seterusnya kebebasan pers merajalela di Indonesia. Namun, kita sebagai masyarakat yang hanya sebagai konsumen media itu, cuma bisa tegang apabila pemeran utama sedang berlari menuju stasiun kereta yang sebentar lagi akan berangkat, atau kita hanya bisa menagis ketika Devdas yang diperankan Shahrukh Khan meninggal tanpa berhasil bersatu dengan Paroo, kekasihnya. Kita hanya bisa berteriak memberitahukan bahwa di belakang Nagita Slavina ada setan yang menyeramkan. Atau kita menangis selama 1 bulan ketika menonton Metro TV setiap hari yang memberitakan perihal korban Gempa dan Gelombang Tsunami. Setelah itu, kita nangkring di depan indosiar setiap jam 7 petang menertawai peserta audisi AFI yang suaranya pas-pasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Ah, hidup masyarakat Indonesia betul-betul sudah didikte dan diformat dengan sangat sistematik dan terencana oleh para penguasa media. Karenanya, menurut Adian Husaini, M.A dalam bukunya Penyesatan Opini Sebuah Rekayasa Mengubah Citra, di paparkan dengan sangat intelektual bahwa Media adalah kunci sukses pengemban ideologi untuk memasarkan pahamnya. Media massa bisa menciptakan realitas tangan kedua. Yang sedang dihadapi sesungguhnya bukanlah realitas itu, melainkan rumusan media atas realitas itu, yang tentu saja sangat dipengaruhi oleh ideologi, visi, misi, dan kepentingan pengelola media tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Kejam!!! Kadang saya ngga habis pikir, kenapa para mediawan ngga mengindahkan lagi etika dan moralitasnya. Ah, tak perlu saya memikirkannya. Pasti duit, duit, dan duit lagi. Betul-betul sukses materialisme tertanam di dada umat. Semua ini karena ekonomi kita dijajah oleh para jahanam kafir barat (Ada sebutan yang lebih keras lagi untuk mereka? Tolong kasih tau saya!) Akhirnya, umat jadi sibuk dengan urusan perut sendiri. Boro-boro mikirin rakyat Irak en Palestina, Aceh aja saat ini masih menangis karena bantuan yang berhenti mengalir. Ditambah lagi, pemerintah mencabut subsidi BBM dengan sepihak. Dzalim!!! Tidakkah pemerintah paham, bahwa dengan naiknya BBM, maka harga kebutuhan pokok akan ikut naik, dan biaya di semua sektor kehidupan makin tak terjangkau. Wajar, kalo kriminalitas, prostitusi, dan pornografi makin meraksasa Rahwana. Ditambah pengangguran dan depresi sosial yang belum sembuh. Anak-anak bangsa semakin ngga jelas masa depannya, yang punya rumah maupun yang gelandangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Oh, media. Saya tau perut-perut anda perlu diisi, sama halnya saya, Pak Presiden, maupun Amang Ali penjual minyak tanah, tetangga saya. Tapi, kita akan mati. Kita akan ditanya tentang hidup yang telah diamanahkan Allah kepada kita. Maukah kita apabila mulut dan tangan kita menyatakan kebenaran bahwa melalui merekalah isme-isme yang menjauhkan umat dari Islam sampai ke telinga, ke mata, dan akhirnya mempengaruhi pola pikir, pola sikap, behavioral, dan gaya hidup umat. Jangan rusak generasi dan umat dengan tayangan-tayangan hedonis dan opini-opini yang sesat! Beritakanlah kebenaran dan ajarkanlah kebaikan sekecil apapun walaupun itu ngga menghasilkan duit. Jadilah media yang berideologikan Islam, gitu lho?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Dan buat para pengemban dakwah, jangan pernah letih menulis dan mengopinikan Islam sebagai suatu ideologi melalui lembaran-lembaran buletin kecil yang menurut fakta lapangan lebih besar biayanya daripada keuntungannya. Setiap kata yang kita ketik dan kita jual ke teman-teman lebih mulia daripada buku-buku kuliah yang mengajarkan sekulerisme. Insya Allah jari-jari kita menjadi saksi dan berkata bahwa ia digunakan untuk mengopinikan kebenaran Islam. Jangan goyah dengan persaingan, justru kita harus semakin optimis Islam sebentar lagi akan bangkit dengan menjamurnya buletin/majalah Islam di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Finally, izinkan saya mengutip tulisan Adian Husaini, MA dalam majalah Suara Hidayatullah edisi khusus 01/XV/Shafar-Rabiul Awal 1423 H : ”Inilah perang! Perang informasi, perang dalam arti sebenarnya. Perang ini berlangsung setiap saat. Sadarkah kita? Semoga! Melalui informasi yang kini mengalir deras ke sudut-sudut rumah itulah, kita sedang dijajah! Maka, tidak ada pilihan lain : lawan!”   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Opinikan Islam melalui media apa aja sesuai dengan syariat Islam. Agar Islam dapat berkumandang di bibir umat seperti virus “Gitu lho” bahkan lebih membahana lagi. Allahu Akbar!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Annida Kamilatun Nisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswi Fakultas Ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unlam Banjarmasin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111200889440814177?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111200889440814177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111200889440814177&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111200889440814177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111200889440814177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/03/githu-lho.html' title='githu lho!!!'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11687902.post-111175834469745112</id><published>2005-03-25T03:43:00.002-08:00</published><updated>2005-03-25T05:45:44.696-08:00</updated><title type='text'>keangkuhan</title><content type='html'>keangkuhan kadang mengaburkan warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hitam adalah hitam&lt;br /&gt;dan putih adalah putih&lt;br /&gt;keduanya jelas&lt;br /&gt;kecuali kalau kita memaksanya menjadi abu-abu&lt;br /&gt;dengan keangkuhan kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Viva La Revolution&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11687902-111175834469745112?l=positip-magz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positip-magz.blogspot.com/feeds/111175834469745112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11687902&amp;postID=111175834469745112&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111175834469745112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11687902/posts/default/111175834469745112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positip-magz.blogspot.com/2005/03/keangkuhan_25.html' title='keangkuhan'/><author><name>positipmicromagz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15300510517316467862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
